Thursday, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Thursday, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Agus Gumiwang Mungkin Keluar dari Tim Kampanye Jokowi-Ma'ruf

Jumat 24 Aug 2018 17:43 WIB

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Esthi Maharani

Pelantikan Agus Gumiwang resmi dilantik jadi Menteri Sosial

Pelantikan Agus Gumiwang resmi dilantik jadi Menteri Sosial

Foto: Setkab
Tim kampanye akan membahas jabatan Agus Gumiwang

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Agus Gumiwang Kartasasmita resmi menjabat sebagai Menteri Sosial menggantikan Idrus Marham. Hal ini akan mempengaruhi jabatannya di Tim Kampanye Nasional Joko Widodo - Ma'ruf Amin. Apalagi Agus menempati posisi sebagai bendahara umum.

Sekretaris Jenderal PKB Abdul Kadir Karding mengatakan Agus Gumiwang kemungkinan keluar dari Tim Kampanye karena harus fokus di pemerintahan. Karding mengatakan tim kampanye akan segera membahas posisi Agus Gumiwang.

"Mungkin beliau akan resign. Tapi ini pendapat saya. Kan baru saja diumumkan dan dibahas, saya kira segera akan dibahas," kata Karding di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (24/8). 

(Baca: Jokowi Sebut Penunjukan Agus Gumiwang Sangat Cepat)

Seperti diketahui, Menteri Sosial Idrus Marham mengundurkan diri karena diduga terlibat dalam kasus korupsi proyek pembangunan PLTU Riau I. Kasus tersebut juga melibatkan Dirut PLN Sofyan Basir, wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih, dan bos Blackgold Natural Resources Limited Johannes Budisutrisno Kotjo.

"Saya tadi menyampaikan bahwa sebagai bentuk pertanggungjawaban moral saya, maka saya mengajukan permohonan pengunduran diri sebagai mensos kepada bapak Presiden dengan beberapa pertimbangan," kata Idrus Marham di Kompleks Istana Presiden, Jakarta.

Idrus menjelaskan, salah satu pertimbangan dirinya mengundurkan diri yakni untuk menjaga kehormatan Presiden sebagai pemimpin yang berkomitmen dalam memberantas korupsi.

Selain itu, ia berharap dengan keputusannya ini, kasus yang menjeratnya tak lagi menjadi beban bagi Presiden dalam menjalankan tugas pemerintahan.

Idrus menilai akan lebih etis dirinya melepas jabatan sebelum ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi pembangunan PLTU Riau I.

"Jadi kalau misal saya tersangka dan masih ini itukan tidak etis dan secara moral tidak bisa diterima," katanya.


BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA