Kamis, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Kamis, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Anies akan Pasang CCTV di Daerah Rawan Tawuran

Jumat 24 Agu 2018 21:10 WIB

Rep: Farah Noersativa/ Red: Bayu Hermawan

Anies Baswedan

Anies Baswedan

Foto: Farah Noersativa/Republika
Anies mengatakan pemasangan CCTV untuk membantu pihak keamanan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan mengatakan akan memasang kamera pengawas atau CCTV guna mengantisipasi kejadian tawuran. Hal itu merupakan permintaan dari aparat untuk ditempatkan di tempat yang sering terjadi tawuran.

"Ada permintaan pemasangan CCTV. Jadi kita akan pasang CCTV di tempat kejadian yang berulang. Itu permintaan aparat keamanan dan kita akan siapkan," kata Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (24/8).

Anies mengatakan, antisipasi itu dilakukan agar pihaknya dan aparat bisa memantau siapapun yang melakukan pelanggaran, termasuk tawuran. Dia menyebut, antisipasi itu dilakukan selain dengan melakukan sosialisasi kepada warga terkait dengan pengawasan agar tak terjadi tawuran.

"Sehingga siapapun yang melanggar, bisa ada tindakan kemudian. Karena sering kali ada pelanggaran, tapi susah membuktikannya. Kita berharap bisa membantu," ujarnya.

Dia juga mengiyakan pihaknya akan melakukan sosialisasi dan juga penyuluhan kepada para pemuda, yang dinilai sering melakukan tawuran. "Kita berharap, Penyuluhan berharap bisa tapi saya rasa perlu lebih dari sekedar itu," katanya.

Sebelumnya, telah terjadi tawuran antar-remaja di perbatasan Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat, Kamis (23/8). Tawuran itu tepatnya terjadi di jembatan antara Jalan Sultan Agung, Pasar Manggis, Manggarai, dan Jalan Menteng Tenggulun.

Diketahui, wilayah itu kerap terjadi tawuran. Oleh sebab itu, anggota polisi seringkali berjaga malam hingga pagi hari di jembatan tersebut, untuk mengantisipasi tawuran kembali terjadi.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA