Saturday, 19 Rabiul Awwal 1441 / 16 November 2019

Saturday, 19 Rabiul Awwal 1441 / 16 November 2019

Banser Bantah Ikut Aksi Tolak Deklarasi #2019GantiPresiden

Ahad 26 Aug 2018 19:56 WIB

Red: Bayu Hermawan

Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor Yaqut Cholil Qoumas memberikan sambutan pada acara pembukan pameran Ansor Fair 2018 di Jakarta, Ahad (22/4).

Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor Yaqut Cholil Qoumas memberikan sambutan pada acara pembukan pameran Ansor Fair 2018 di Jakarta, Ahad (22/4).

Foto: Republika/Prayogi
Ketum GP Ansor menegaskan Banser tak terlibat bentrok massa #2019GantiPresiden

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor Yaqut Cholil Qoumas menegaskan, Barisan Ansor Serbaguna (Banser) secara organisasi tidak terlibat bentok dengan massa pendukung deklarasi #2019gantipresiden di Surabaya, Jawa Timur, Ahad (26/8). Pria yang akrab disapa Gus Yaqut itu mengatakan, institusinya tidak pernah menginstruksikan Banser terlibat dalam demontrasi apapun.

"Soal ada Banser yang turun di Surabaya seperti yang diberitakan, kita akan cek. Mereka benar Banser atau tidak. Masih aktif atau aktif hanya ada momentum-momentum tertentu saja," kata Gus Yaqut dalam keterangan tertulis di Jakarta, Ahad.

Dia sudah memerintahkan Kasatkornas Banser untuk mengecek di lapangan. Menurut Gus Yaqut, pihaknya segera mengambil tindakan berdasarkan hasil temuan di lapangan. Termasuk apakah Banser melakukan langkah insubordinasi.

"Ini nanti kita akan kategorisasikan untuk mengambil tindakan yang diperlukan. Tunggu saja," ujarnya.

Namun secara, tegas Gus Yaqut menyampaikan, secara institusi pihaknya tidak pernah menginstruksikan Banser untuk terlibat dalam demonstrasi apapun terkait dengan gelombang massa menolak gerakan #2019gantipresiden, khususnya yang berlangsung di Kota Surabaya. Secara institusi tidak ada instruksi. Tapi memang ada kader-kader yang ikut menolak gerakan tersebut secara pribadi.

"Kalau pribadi, ya kita bebaskan saja. Toh kader Banser dan Ansor pasti sudah tahu mana yang baik dan tidak bagi bangsa ini. Mereka memiliki pertimbangan yang matang untuk terlibat atau tidak," ungkap Gus Yaqut.

Baca juga: Polisi Bubarkan Massa Pro dan Kontra #2019GantiPresiden

Gus Yaqut menambahkan, Ansor dan Banser baru akan terlibat secara institusional setelah menilai gerakan tersebut menjadi ancaman keutuhan bangsa dan negara. "Sementara ini, kami masih melihat ini hanya gerakan politik saja dari orang-orang yang frustasi, bingung, nggak tahu akan menggunakan narasi apa melawan petahana," ujarnya.

Pihaknya juga tidak akan memperdebatkan apakah gerakan #2019gantipresiden konstitusional atau tidak serta termasuk dalam makar atau bukan.  Dia menyerahkan soal tersebut kepada pakar dan ahli hukum apakah gerakan tersebut makar atau tidak.

"Tapi dalam pandangan saya, gerakan #2019gantipresiden ini gerakan banci. Nggak jelas kelaminnya," katanya.

"Mau diganti dengan apa, kalau presiden diganti presiden 'kan sudah jelas, siapa lawan petahana sekarang. Kenapa nggak sekalian saja, #2019presidennyaprabowo, misalnya. Jangan-jangan memang agenda lain yang diselipkan dalam gerakan tersebut," kata Gus Yaqut.

Gus Yaqut menekankan akan ada waktu berkampanye tersendiri untuk pilpres dan rakyat akan menjadi juri yang paling adil. Tidak perlu memaksakan diri sehingga seolah-olah mereka menjadi korban dari sistem. Korban dari kekuasaan, lalu playing victim.

"Rakyat yang sudah cerdas ini jangan dibodohkan lagi dengan gerakan-gerakan yang nggak ada untungnya bagi bangsa dan negara," katanya.

Namun demikian, Gus Yaqut menegaskan kembali, jika gerakan tersebut sudah menjadi ancaman bagi keutuhan bangsa dan negara, secara kelembagaan Ansor-Banser akan turun dan berada di depan.

"Jika belum, kami juga nggak akan turun. Kita biarkan saja. Biar aparat yang bertindak. Mereka ini 'kan kelompok yang cari-cari perhatian saja toh," ujarnya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA