Sunday, 20 Rabiul Awwal 1441 / 17 November 2019

Sunday, 20 Rabiul Awwal 1441 / 17 November 2019

Kemenhub Cek Kesiapan Sail Moyo Tambora 2018

Senin 27 Aug 2018 09:21 WIB

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Muhammad Hafil

Gunung Tambora

Gunung Tambora

Foto: Republika/Raisan Al Farisi
Kapal-kapal akan dijadikan hotel sementara.

REPUBLIKA.CO.ID, SUMBAWA -- Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi akan melakukan beberapa tahap persiapan guna mendukung acara pariwisata maritim bertaraf internasional yaitu Sail Moyo Tambora 2018. Acara itu akan dilaksanakan September mendatang.

Tahapan yang pertama, kata dia, mempersiapkan pelayanan dalam aspek navigasi dan keselamatan pelayaran yang baik, hal ini dianggap penting dilakukan berkaitan dengan turis yang akan datang mayoritas akan menggunakan kapal pesiar ke perhelatan besar ini.

"Kemenhub secara intensif mengamati kegiatan-kegiatan pariwisata di Indonesia termasuk Sail Moyo. Pertama berkaitan dengan laut, karena yang datang kesini adalah orang yang menggunakan kapal-kapal pesiar jadi memang keselamatan, navigasi, KPLP harus berfungsi dengan baik sehingga keamanan pelayaran itu berjalan dengan baik," ujar Budi saat berkunjung ke Pelabuhan Laut Badas Sumbawa Besar, Kabupaten Sumbawa, Ahad (26/8).

Setelah pelayanan aspek navigasi dan keselamatan pelayaran sudah dilakukan dengan baik, tahapan berikutnya adalah menyediakan keperluan teknis untuk mendukung acara ini. Salah satunya adalah menyediakan kapal-kapal yang akan berfungsi sebagai hotel sementara.

"Setelah kita pastikan mereka itu mendapatkan pelayanan navigasi dan pelayanan keamanan itu dengan baik, baru kita bicara tentang apa yang akan dilakukan saat Sail Moyo 2018," lanjut Budi.

Selain melakukan persiapan untuk para turis yang akan datang dengan kapal, Kemenhub juga dengan terbuka akan menerima dan mendukung para turis yang datang dengan pesawat udara. Hal ini di dukung dengan adanya Bandara Sultan Mahmud Kaharuddin III untuk memudahkan turis yang datang dari Bali maupun Lombok agar tidak hanya menggunakan sea planes, namun juga dapat menggunakan pesawat udara.

"Kita sudah liat, bandara Sultan Mahmud Kaharuddin III baru selesai 2017 kemarin sehingga memberi kemudahan pesawat dari Bali dan Lombok untuk ke sini," katanya menambahkan.

Sementara, Bupati Kabupaten Sumbawa, M Husni Djibril memberi apresiasi terhadap pelaksanaan Sail Moyo Tambora 2018 di Kabupaten Sumbawa. Menurutnya, event Sail Moyo Tambora 2018 ini bisa mengangkat dan memperkenalkan potensi wisata yang ada di Sumbawa.

Dalam arahannya, M Husni Djibril mengimbau kepada seluruh jajaran SKPD Kabupaten Sumbawa untuk memeriahkan dan mensukseskan kegiayan Sail Moyo Tambora 2018, mulai dari awal kegiatan, hingga puncaknya nanti yang akan berlangsung di Pelabuhan Badas, Kabupaten Sumbawa, pada 10 September mendatang.

"Tadi sudah dijelaskan sama pak Kadispar NTB bahwa Kabupaten Sumbawa dipercaya sebagai tuan rumah Sail Moyo Tambora 2018 dan sudah menjadi tugas kita bersama untuk mensukseskan kegiatan tersebut," ujar Husni.

Husni menekankan kebersihan lingkungan di Kabupaten Sumbawa harus tetap dijaga, pasalnya pada 2017 Kabupaten Sumbawa juga hampir dipastikan menjadi tuan rumah Sail Indonesia namun gagal dikarenakan kebersihan lingkungan.

"Saya tidak mau gagal lagi dalam kegiatan Sail Moyo Tambora ini. Kebersihan lingkungan harus kita jaga, mengingat kegiatan ini sudah masuk dalam 100 wonderfull Indonesia di Kementerian Pariwisata," kata Husni.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA