Minggu, 17 Zulhijjah 1440 / 18 Agustus 2019

Minggu, 17 Zulhijjah 1440 / 18 Agustus 2019

Pemkot Denpasar Mulai Revitalisasi Pasar Kerta Waringin Sari

Selasa 28 Agu 2018 16:53 WIB

Rep: Mutia Ramadhani/ Red: Esthi Maharani

Revitalisasi Pasar Tradisional

Revitalisasi Pasar Tradisional

Foto: ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
Revitalisasi pasar membuat kepercayaan masyarakat akan pasar tradisional meningkat

REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR -- Pemerintah Kota Denpasar memulai revitalisasi Pasar Kerta Waringin Sari di Kelurahan Penatih. Pasar adalah sektor penting penggerak ekonomi Kota Denpasar, sehingga revitalisasi diperlukan untuk memaksimalkan pembangunan ekonomi kerakyatan.

"Revitalisasi pasar membuat kepercayaan masyarakat akan pasar tradisional meningkat dan akhirnya berdampak positif untuk perkembangan ekonomi kerakyatan," ujar Wali Kota Denpasar, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, Selasa (28/8).

Rai Mantra mengatakan revitalisasi Pasar Kerta Waringin Sari menggunakan dana tugas pembantuan dari Kementerian Perdagangan. Nilai pengadaan fisiknya mencapai Rp 5,7 miliar, sementara pengadaan pengawas Rp 140 juta.

Pengawasan pelaksanaan proyek fisik Pasar Kerta Waringin Sari telah dimulai sejak tahap awal pelelangan hingga proses serah terima nanti. Kepala Pasar Kerta Waringin Sari, I Made Sukrasena mengatakan revitalisasi kali ini meningkatkan jumlah lapak menjadi 201 lapak dari sebelumnya hanya 18 kios dan 43 lapak.

"Bangunannya nanti akan terdiri dari Blok A, B, C, dan D, dilengkapi fasilitas umum yang memadai dan pengukuran tera ulang," kata Sukrasena.

Revitalisasi pasar tradisional mengembangkan ekonomi pedesaan. Ini akan menjadi magnet yang mendorong semakin banyak masyarakat berbelanja ke pasar tradisional dengan sistem manajemen semi modern.

Pemerintah Kota Denpasar sebelumnya sukses merevitalisasi 33 pasar tradisional melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Beberapa contoh pasar tradisional yang tadinya kumuh dan bau, namun sekarang tertata rapi adalah Pasar Agung, Pasar Poh Gading, dan Pasar Nyanggelan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA