Rabu, 23 Rabiul Awwal 1441 / 20 November 2019

Rabu, 23 Rabiul Awwal 1441 / 20 November 2019

Koalisi Jokowi Tanggapi 2 Eks Menteri Gabung Prabowo-Sandi

Kamis 30 Agu 2018 16:35 WIB

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Ratna Puspita

Sekretaris jenderal partai Koalisi Indonesia Kerja (KIK) saat konferensi pers dalam acara pelatihan Juru Bicara Tim Kampanye Nasional Pemenangan Joko Widodo-Ma'ruf di Hotel Oria,  Menteng, Jakarta, Senin (13/8).

Sekretaris jenderal partai Koalisi Indonesia Kerja (KIK) saat konferensi pers dalam acara pelatihan Juru Bicara Tim Kampanye Nasional Pemenangan Joko Widodo-Ma'ruf di Hotel Oria, Menteng, Jakarta, Senin (13/8).

Foto: Republika/Fauziah Mursid
Dua eks menteri yang gabung Prabowo, yakni Sudirman Said dan Ferry Mursyidan Baldan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekretaris Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Hasto Kristiyanto tak mempersoalkan bergabungnya dua bekas menteri Kabinet Kerja Jokowi-JK dalam tim sukses pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Keduanya, yakni mantan menteri energi dan sumber daya mineral Sudirman Said dan mantan menteri mantan menteri agraria dan tata ruang Ferry Mursyidan Baldan.

Hasto menyebut itu bagian dari hak pribadi Sudirman maupun Ferry. Meskipun keduanya pernah menjadi menteri yang ditunjuk Jokowi, Hasto menyamakan keputusan Sudirman dan Ferry dengan pilihan sikap yang diambil Deddy Mizwar untuk menjadi bagian tim koalisi Jokowi-Ma'ruf.

Deddy bergabung dengan koalisi Jokowi-Ma’ruf meskipun ia kader Partai Demokrat. “Itu bagian dari aspirasi orang per orang. Semua bergabung ke situ enggak ada masalah," Hasto di Media Center Koalisi Indonesia Kerja (KIK), Menteng, Jakarta, Kamis (30/8).

Menurut Hasto pilihan sikap politik tersebut menjadi hak sepenuhnya setiap orang sesuai dengan gagasan dan pemikirannya. "Ini kan bicara gagasan ke depan, tentang bangsa dan negara," kata sekjen PDI Perjuangan tersebut.

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Abdul Kadir Karding menghormati pilihan politik Ferry maupun Sudiman ke koalisi Prabowo. Ia menilai wajar keduanya bergabung dengan Prabowo karena kemungkinan ada kekecewaan saat diganti oleh Jokowi.

“Harapan saya yang jelas mari kita berkompetisi secara sehat secara wajar, secara damai," kata sekjen PKB tersebut. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA