Friday, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 December 2019

Friday, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 December 2019

Korban Begal yang Tewas di Bandung, Ibu Muda Beranak Satu

Jumat 31 Aug 2018 15:45 WIB

Rep: Rizky Suryarandika, Antara/ Red: Andri Saubani

Begal Motor (ilustrasi)

Begal Motor (ilustrasi)

Foto: Foto : Mardiah
Shanda Puti Denata mengembuskan nafas terakhir pada Jumat, (31/8) dini hari WIB.

REPUBLIKA.CO.ID, BANJAR -- Korban begal di Kota Bandung, Shanda Puti Denata mengembuskan nafas terakhir pada Jumat, (31/8) dini hari usai berjuang melewati masa kritis. Korban diketahui meninggalkan satu bayi perempuan yang berusia 1 tahun atas nama Atena Stusya Azzahra.

Korban yang berusia 23 tahun itu sudah menikah dengan Muhammad Faizal Evan (30 tahun) dua tahun lalu. Dari pernikahan itu, keduanya dikaruniai seorang anak yang masih menyusui.

"Istri saya luka di bagian kepala, saya lagi di Purwakarta pas kejadian. Tidak ada pesan dan pertanda," katanya ketika ditemui di rumah duka di Kota Banjar, Jumat (31/8).

Ia mengaku terakhir kali menjalin kontak dengan istrinya pada Kamis pukul 23.00 WIB. Kala itu, istrinya meminta dijemput. Namun sayang, ia tengah berada di Purwakarta. Kemudian pada pukul 07.00 WIB ia dikagetkan saat ada kabar istrinya dirawat di RS Borromeus.

"Sebelumnya isteri saya minta jemput, saya kaget ketika dengar paginya jam 7-an ada kabar istri masuk rumah sakit dari temannya," ujarnya.

Korban meninggal karena luka di bagian kepala saat terjatuh akibat aksi begal di kawasan Cikapayang, Bandung pada Kamis (30/8) dini hari. Semenjak dibawa ke rumah sakit, korban tidak pernah sadarkan diri.

Penjabat Gubernur Jawa Barat M Iriawan berharap kasus kriminal pembegalan yang menelan korban jiwa seperti yang menimpa mahasiswi Politeknik STT Tekstil Bandung Shanda Puti Ananda, tidak terulang.

"Dan ini tidak boleh terjadi di Kota Kembang, Kota Bandung karena implikasinya bisa besar baik untuk masyarakat atau pun sektor pariwisata," kata M Iriawan, usai melantik Penjabat Wali Kota Bekasi, di Aula Barat Gedung Sate Bandung, Jumat.

Dia optimistis kepolisian akan mengerahkan kemampuan maksimal dalam penanganan kasus tindak kriminalitas yang dilakukan oleh komplotan begal di Kota Bandung. Ketika dimintai pendapatnya apakah harus ada aksi tegas seperti tembak di tempat untuk para begal, Iriawan menyerahkan sepenuhnya hal tersebut kepada kepolisian.

"Soal itu, tanya ke kepolisian saja ya, coba tanya Kapolda Jawa Barat," kata dia.

Shanda menjadi korban begal di kawasan Jembatan Pasupati, Kota Bandung, pada Kamis (30/8) dini hari. Shanda bersama temannya EA, ketika kejadian sedang dibonceng oleh temannya yang mengendarai sepeda motor dari arah Cihampelas lewati Jembatan Pasupati pada Kamis, sekitar pukul 03.30 pagi.

Saat itu, mereka hendak menuju kos-kosan rekannya di daerah Dipatiukur Kota Bandung. Sepeda motor Shanda dan temannya E dipepet oleh dua orang pengemudi sepeda motor lainnya. Dua orang tersebut mengambil tas Shanda hingga kemudian Shanda terjatuh ke jalan raya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA