Wednesday, 14 Rabiul Akhir 1441 / 11 December 2019

Wednesday, 14 Rabiul Akhir 1441 / 11 December 2019

Jusuf Kalla, DMI, dan Memfasilitasi Ustaz Somad

Rabu 05 Sep 2018 07:52 WIB

Red: Elba Damhuri

 Wakil Presiden, Jusuf Kalla (tengah) memberikan sambutan dalam acara peresmian International Broadcast Center (IBC) di JCC Senayan, Jakarta, Kamis (16/8).

Ustaz Abdul Somad memberikan tausiyahnya saat acara MPR-RI Bersholawat di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (29/8).

Foto:
Jusuf Kalla menegaskan bukan aparat yang menolak Ustaz Somad.

Satori mengatakan, mengaktifkan mushala dan masjid merupakan program jangka panjang sehingga jamaah di mushala dan masjid bisa semakin memiliki pengetahuan tentang Islam. Selain itu juga perlu menguatkan lembaga-lembaga pendidikan Islam. Dugaan intimidasi dan ancaman yang diterima UAS, menurut Satori, merupakan pelajaran yang justru dapat mencerdaskan umat Islam.

Umat akan mencari tahu dan mengkritisi mengapa sekarang mulai ada persekusi, ancaman, dan intimidasi terhadap ulama. Menurut dia, adanya persekusi dan pengadangan terhadap ulama yang hendak berdakwah justru akan merugikan pihak yang sedang berkuasa sekarang.

Ia memandang, umat yang biasanya bebas menyampaikan pendapat dan dakwah akan merasa justru sekarang ruang dakwahnya dipersempit. Kondisi seperti itu pada akhirnya akan merugikan pemerintah. Ikadi menuntut pemerintah supaya kebebasan menyampaikan dakwah bisa seperti dulu.

Baca Juga: Rentetan Penolakan Ceramah Ustaz Somad (Infografik)

Ketua Komisi Dakwah MUI Cholil Nafis mengatakan, bentuk perjuangan bagi pendakwah bermacam-macam. Munculnya ancaman atau intimidasi yang dirasakan oleh para pendakwah merupakan perjuangan di jalan Allah SWT. Yang terpenting, tutur KH Cholil Nafis, pendakwah harus pandai menyampaikan sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain.

“Saya melihat cobaan sebagai pendakwah, Nabi (Muhammad) saja sampai dilempari. Cobaan dakwah macam-macam, karena sesuatu yang dialami benar belum tentu baik disampaikan ke masyarakat dan bermanfaat,” ujarnya.

Menurut dia, seorang pendakwah juga harus memahami dinamika sosial yang terjadi di tengah masyarakat. Kiai Cholil menegaskan, ia mengecam persekusi dan pengadangan terhadap dakwah Islam.

MUI menyarankan Ustaz Somad untuk melaporkan kasus yang menimpanya kepada aparat kepolisian. “Saya secara pribadi tidak setuju dan melawan persekusi, apalagi pengadangan terhadap dakwah. Cuma, masyarakat isinya macam-macam, maka harus ditegakkan hukum. Menjadi ustaz lebih tinggi dari awam yang bisa memahami dinamika sosial,” ujarnya. 

(novita intan, ed: agus raharjo)

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA