Sunday, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 December 2019

Sunday, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 December 2019

NU Bisa Jembatani Pemikiran Ustaz Somad

Rabu 05 Sep 2018 12:57 WIB

Red: Elba Damhuri

Penolakan ceramah Ustaz Somad.

Ustaz Abdul Somad memberikan tausiyahnya saat acara MPR-RI Bersholawat di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (29/8).

Foto: Republika/Mahmud Muhyidin
Tudingan seolah berhaluan Hizbut Tahrir Indonesia dibantah Ustaz Somad.

Karena itu, PPP tidak setuju jika ada elemen masyarakat yang menghalangi UAS ceramah di satu tempat. "UAS tidak sama sekali membawa ujaran kebencian, tidak mengarah pada makar, tidak ada konten-konten seperti katakanlah HTI (Hizbut Tahrir Indonesia)," kata Arsul.

Ustaz Somad tak akan lapor polisi

Ustaz Somad mengungkapkan, dirinya tidak berencana melaporkan pihak-pihak tertentu yang mengintimidasinya baru-baru ini ke aparat kepolisian. Alasannya, pelbagai upaya hukum yang pernah dilakukannya hanya berujung ketidakjelasan sejauh ini.

Salah satu kasus yang menurutnya hingga saat ini tidak menemui kejelasan adalah dugaan intimidasi dirinya di Bali pada akhir tahun lalu. “Tidak (berencana melapor ke polisi). Saya mau tenang saja. Dugaan persekusi di Bali belum selesai-selesai (penanganannya),” kata Ustaz Somad saat dihubungi Republika, Selasa (4/9).

Baca Juga: Rentetan Penolakan Ceramah Ustaz Somad

Kasus yang dimaksud adalah kejadian pada 8 Desember 2017 lalu, ketika ratusan simpatisan Laskar Bali menggeruduk hotel tempat dai tersebut menginap di Denpasar. Beberapa hari kemudian, pimpinan organisasi tersebut meminta maaf kepada Ustaz Abdul Somad atas kejadian yang tidak menyenangkan itu.

Walaupun permohonan maaf sudah diterima, pada 11 Desember 2017, sejumlah pihak tetap melaporkan kasus dugaan intimidasi tersebut ke kepolisian. Sampai sekarang, kejelasan penyelesaiannya tidak kunjung menemukan titik terang.

Belum lama ini, alumnus S-1 Universitas al-Azhar (Mesir) itu kembali menerima intimidasi dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Bahkan, UAS terpaksa membatalkan jadwal ceramahnya di sejumlah lokasi di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan DI Yogyakarta.

Bagaimanapun, Ustaz Somad juga enggan menyebut nama kelompok-kelompok yang berupaya menghalang-halangi safari dakwahnya di tiga provinsi itu.

Mubaligh yang lahir di Silo Lama, Asahan, Sumatra Utara, 41 tahun silam itu menilai, ada jalan yang lebih bijaksana selain jalur hukum untuk ditempuh. Alumnus S-2 Darul Hadits (Maroko) itu memilih untuk tidak melawan balik intimidasi yang ada.

Dia tidak ingin ada gesekan di tengah masyarakat, khususnya umat Islam. “Mengalah saja. Allah ada,” kata peraih anugerah Tokoh Perubahan Republika 2017 itu sembari menutup pembicaraan. (ed: agus raharjo).

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA