Wednesday, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Wednesday, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

PSSI, Bicaralah Jujur kepada Publik Soal Luis Milla

Senin 17 Sep 2018 05:03 WIB

Rep: Hartifiany Praisra, Reja Irfa Widodo/ Red: Andri Saubani

Pelatih timnas U-22 Luis Milla.

Pelatih timnas U-22 Luis Milla.

Foto: antara/sigid kurniawan
Luis Milla belum menjawab tawaran perpanjangan kontrak dari PSSI.

REPUBLIKA.CO.ID, Kepastian apakah timnas Indonesia masih akan dilatih oleh Luis Milla belum menemui kejelasan. PSSI mengaku telah mengajukan perpanjangan kontrak selama setahun saat publik akhirnya mengetahui bahwa federasi sepak bola nasional itu masih menunggak tiga bulan gaji pelatih yang kini berada di Spanyol itu.

PSSI pun kini didesak untuk menghentikan drama dan mengungkapkan hal yang sebenarnya kepada publik. Koordinator Save Our Soccer Akmal Marhali menyebut, ada informasi yang disembunyikan oleh PSSI terkait Luis Milla.

"Bukan kontrak Milla habis, tapi masalah PSSI tidak membayar Milla. Ketidakmampuan itulah yang membuat PSSI memecat atau memberhentikan Milla," ujar Akmal saat dihubungi Republika, Kamis (13/9).

Menurutnya, PSSI tidak perlu memutarbalikkan fakta. Seolah-olah, Milla tidak mau memperpanjang kontraknya untuk mengasuh skuat Garuda.

"Kalau perpanjangan kontrak kan harus ada duduk di satu meja, tidak bisa pembicaraan jarak jauh apalagi pakai telepati, sebenarnya ini sandiwara saja, terkait Milla diperpanjang atau tidak. Hingga nanti arahnya yang tidak mau memperpanjang kontrak adalah Milla," tegasnya.

Seharusnya, lanjur Akmal, PSSI berbicara jujur pada publik dibanding membuat drama. Ketertutupan PSSI itu yang membuat kepercayaan publik turun.

"Permasalahan sepak bola selama ini adalah tidak ada trust dari publik, tidak ada kepercayaan kepada PSSI karena dia dengan jujur dengan apa yang ada," jelas Akmal.

Padahal, Akmal yakin, fan timnas pasti akan mendukung penuh apa pun keputusan PSSI terhadap Milla, jika memang benar tidak mampu memperpanjang kontrak.

"Ini sebenarnya cara paling efektif untuk mengembalikan kepercayaan. Katakan saja, tidak usah gengsi, publik akan memaklumi dan bahkan akan ada bantuan-bantuan dari publik," jelasnya.

Dia menyayangkan jika nantinya Milla melapor pada FIFA soal gajinya yang tertunggak. PSSI pun bisa terkena sanksi dari FIFA seperti kasus klub-klub yang memiliki kasus serupa.

"Kalau memang tidak sanggup ya katakan sejujurnya, lalu cari pelatih lain yang sekelas Milla dengan gaji yang bisa dibayar. Ini lebih bermartabat dibandingkan drama yang sebenarnya sudah diketahui publik," tegasnya.

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) pun akan meminta penjelasan PPSSI terkait keterlambatan gaji Luis Milla. Penjelasan PSSI, menurut Gatot, dibutuhkan karena menyangkut reputasi Indonesia di mata FIFA.

"Kami belum mendapatkan penjelasan langsung dari PSSI apakah betul belum membayar gaji Luis Milla," kata Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga, Gatot S. Dewa Broto, Jumat (14/9) malam.

Pemerintah, lanjut Gatot, menilai prestasi Luis Milla dalam pembinaan tim sepak bola senior Merah-Putih telah bagus. Meskipun, Milla belum mampu mengantarkan tim Garuda ke semifinal Asian Games 2018 sesuai yang ditargetkan PSSI.

"Kami tidak ingin karena ada alasan keterlambatan pembayaran gaji, hubungan dengan Luis Milla tidak baik dan menjadi alasan untuk mencari pelatih lain," kata Gatot.

Gatot mengatakan timnas Indonesia saat ini harus segera fokus mempersiapkan diri mengikuti Piala AFF 2018 yang akan berlangsung pada 8 November-15 Desember. Oleh karena itu, Kemenpora menginginkan PSSI bisa segera menyelesaikan masalah dengan Milla.

"Ketika sudah menyepakati kontrak dengan Milla apa pun risikonya semestinya sudah dihitung," kata Gatot.

Kontrak Luis Milla Aspas untuk melatih tim nasional U-23 Indonesia berakhir pada Agustus 2018. Pria yang semasa aktif bermain pernah merumput bersama dua klub raksasa Spanyol Barcelona serta Real Madrid ini telah melatih tim nasional U-23 sejak Januari 2017 dan selama itu dia beberapa kali mengisi posisi pelatih timnas senior Indonesia yang sejatinya sedang lowong.

Wacana untuk pelatih pengganti Luis Milla sebenarnya sudah tersiar sebelum kontraknya habis. Nama pelatih tim papan atas seperti Widodo Cahyono Putro, Simon McMenemy, dan Mario Gomez.

"Permasalahan sepak bola selama ini adalah tidak ada trust dari publik, tidak ada kepercayaan kepada PSSI karena dia dengan jujur dengan apa yang ada." Koordinator Save Our Soccer Akmal Marhali

Baca juga:

Sikap PSSI

Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha, meminta publik untuk bersabar terkait pengganti Luis Milla sebagai pelatih timnas Indonesia. Menurutnya, semua keputusan tersebut baru akan diambil pada rapat Komite Eksekutif (Exco) PSSI sebelum 20 September mendatang.

Semua hal terkait penggantian posisi pelatih timnas Indonesia, termasuk soal kejelasan mengenai sikap Luis Milla terkait perpanjangan kontrak yang ditawarkan PSSI, akan dibahas dalam rapat Exco. "Keputusan ada di rapat Exco. Pemilihan pelatih bukan hanya di level senior. Tapi untuk seluruhnya, diputuskan dalam orum tertinggi PSSI, di bawah Kongres, yaitu rapat Exco. Sampai ada hal itu, mohon kita semua jangan berspekulasi. Pastinya Exco akan segera memutuskan," kata Ratu Tisha kepada wartawan, Jumat pekan lalu.

Lebih lanjut, Ratu Tisha menambahkan, PSSI memang telah menetapkan target internal dalam pemilihan pelatih baru, yaitu sebelum tanggal 20 September. Terlebih, timnas Indonesia rencananya akan melakoni dua uji coba sebelum berlaga di Piala AFF 2018.

Pertama, Indonesia akan menghadapi Myanmar pada 10 Oktober dan kemudian menghadapi Hong Kong, enam hari kemudian. "Pemanggilan pemain kan melibatkan pelatih. Tak bisa tidak melibatkan pelatih. Kalau kami uji coba tanggal 10, maka 10 sampai 12 hari sebelumnya, artinya kita harus sudah menyusunnya 14 hari sebelumnya," ujar Ratu.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA