Sunday, 29 Jumadil Akhir 1441 / 23 February 2020

Sunday, 29 Jumadil Akhir 1441 / 23 February 2020

Meski Liga Dihentikan, Polda Jabar Fokus Usut Kasus Haringga

Rabu 26 Sep 2018 14:04 WIB

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Muhammad Hafil

Sejumlah pendukung klub sepak bola Persija melakukan ziarah ke makam Haringga Sirila di Indramayu, Jawa Barat, Senin (24/9).

Sejumlah pendukung klub sepak bola Persija melakukan ziarah ke makam Haringga Sirila di Indramayu, Jawa Barat, Senin (24/9).

Foto: Antara/Dedhez Anggara
Polda menyatakan terdapat unsur pidana dalam kasus pengeroyokan Haringga.

REPUBLIKA.CO.ID,  BOJONGSOANG--Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) resmi menghentikan sementara kompetisi Liga 1 Indonesia 2018. Kebijakan itu diputuskan setelah terjadi insiden suporter Persija Jakarta, Haringga Sirila yang tewas akibat dianiaya oknum suporter Persib saat pertandingan Persib melawan Persija, Ahad (23/9) kemarin di GBLA, Kota Bandung.

Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Agung Budi Maryoto mengungkapkan pihaknya akan melaksanakan keputusan tersebut. Dengan melakukan pengamanan yang lebih maksimal, terutama menyangkut koordinasi dan kesepakatan hasil rapat diharapkan diikuti oleh semua pihak yang terlibat.

"Keputusan (PSSI) itu bukan domain Polda tapi tentunya keputusan itu akan dilaksanakan. Selanjutnya untuk kegiatan pertandingan seandainya ditunda selama dua minggu kita akan melakukan langkah pengamanan lebih maksimal lagi," ujarnya disela-sela meninjau DAS Citarum, Rabu (26/9).

Ia menuturkan, pihaknya tengah fokus berkonsentrasi pada penyidikan kasus yang menimpa tewasnya suporter Persija Jakarta, Haringga Sirila oleh oknum suporter Persib Bandung. Sebab terdapat unsur pidana dalam insiden saat pertandingan Persib melawan Persija digelar.

 

photo
Daftar suporter Persib dan Persija yang tewas karena kekerasan.


Menurutnya, pihaknya juga akan terus melakukan pertemuan dengan panitia pelaksana pertandingan dan terus melakukam pengamanan yang lebih ketat lagi. Ia pun meminta masyarakat bisa turut mendukung kepolisian.

"Sekarang kalau ada fasilitas stadion misal kemampuan stadion 30 ribu yang datang 74 ribu maka gak akan mungkin. Di tingkat kabupaten kota diharapkan ada nobar, itu disampaikan saat rapat," ungkapnya.

Terkait apakah pertandingan Persib akan dipindah ke Stadion Si Jalak Harupat atau tetap di GBLA, Agung mengaku terlebih dahulu akan melakukan evaluasi dan melihat kemungkinan pertandingan bisa digelar dimana. "Kalau banyak (penonton) pasti di Jalak Harupat karena lebih besar," katanya.

photo
Kronologi tewasnya Haringga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA