Wednesday, 20 Zulhijjah 1440 / 21 August 2019

Wednesday, 20 Zulhijjah 1440 / 21 August 2019

BNPB: Pemerintah Sortir Bantuan dari 17 Negara

Rabu 03 Oct 2018 17:39 WIB

Rep: Mimi Kartika/ Red: Ratna Puspita

Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nughroho

Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nughroho

Foto: Republika TV/Havid Al Vizki
Dari 29 negara, 17 negara mengajukan daftar bantuan secara konkret dan tertulis.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan pemerintah sedang menyortir bantuan untuk korban gempa dari 17 negara. Bantuan dari internasional yang paling dibutuhkan oleh Indonesia, yakni pesawat angkut Hercules C-130, tenda pengungsian, pengolahan air, atau water treatment, dan genset.

Sutopo mengatakan sebenarnya ada 29 negara dan empat organisasi internasional menawarkan bantuan bagi korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah. Namun, hanya 17 negara yang mengajukan daftar bantuan secara konkret dan tertulis.

"Sekarang kita pilah apa yang ditawarkan mereka,” kata dia di Jakarta, Rabu (3/10). 

Terkait pesawat Hercules C-130, ia mengatakan, ada empat negara menawarkan bantuan. Ia memerinci Singapura menawarkan dua pesawat, Korea Selatan dua pesawat, Inggris satu pesawat, serta Jepang dengan dua pesawat dan satu helikopter MI-17. “Tujuh unit hercules saat ini sudah dirasakan cukup," kata dia.

Sutopo menambahkan, kesepakatan untuk bantuan pesawat, yakni negara pengirim bantuan itu menanggung avtur selama beroperasi di Indonesia. "Balikpapan menjadi entry point bagi pesawat yang membawa bantuan internasional," tuturnya.

Dia menambahkan Balikpapan juga akan menjadi posko untuk memfasilitasi bantuan internasional yang akan memberikan laporan secara berkala kepada Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamananan (Menkopolhukam) Wiranto. Pemerintah sudah menyiapkan dukungan keimigrasian di Balikpapan.

Sebelumnya, pemerintah sempat menyebutkan kebutuhan lain dalam daftar bantuan dari internasional, yakni rumah sakit lapangan, tenaga medis, obat-obatan, serta fogging. Namun, Kementerian Kesehatan menyarankan tidak lagi dimasukan menjadi prioritas kebutuhan bantuan internasional. 

photo

Infografis WNA Jadi Korban Gempa.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA