Wednesday, 14 Rabiul Akhir 1441 / 11 December 2019

Wednesday, 14 Rabiul Akhir 1441 / 11 December 2019

Drama Hoaks Ratna Sarumpaet Diakhiri Sikap Gentleman Prabowo

Kamis 04 Oct 2018 18:17 WIB

Red: Karta Raharja Ucu

Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto (tengah) bersama Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Djoko Santoso (kiri), dan Dewan Penasehat BPN Amien Rais (kanan) memberikan keterangan pers mengenai penganiayaan anggota BPN Ratna Sarumpaet, di Jalan Kertanegara, Jakarta, Selasa (2/10).

Ekpresi aktivis kemanusiaan, Ratna Sarumpaet memberikan keterangan kepada media terkait pemberitaan penganiyaan terhadap dirinya di kediaman Ratna Srumpaet, Jakarta, Rabu (3/10).

Foto:
Prabowo secara gentleman meminta maaf kepada rakyat Indonesia terkait hoaks Ratna.

Polri meminta agar masyarakat belajar dari kasus kebohongan Ratna Sarumpaet. Masyarakat diminta lebih bijak dalam menyaring informasi.

Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Polisi Setyo Wasisto mengingatkan masyarakat lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Sebab, dalam kasus Ratna Sarumpaet, kabar penganiayaan pertama kali muncul di media sosial.

"Kalau tidak tahu fakta yang sebenarnya janganlah menyebarluaskan. Kecuali ada niat tertentu," ujar Setyo, Rabu (3/10).

Setyo menambahkan, dengan menggunakan media sosial, maka masyarakat sudah dianggap sadar atas segala sesuatu yang diunggahnya atau dibagikan. Setiap unggahan akan berdampak pada masyarakat lainnya yang juga memiliki implikasi hukum.

Setyo khawatir penggunaan media sosial secara tidak tepat, seperti penyebaran hoaks, dapat memperkeruh iklim demokrasi. "Saring sebelum sharing," ujar dia.

Terkait kasus Ratna, ke polisian melakukan pendalaman terkait kabar dugaan penganiayaan. Dalam kabar yang beredar, Ratna dipukuli tiga orang tak dikenal di sekitar Bandara Husein Satranegara, Bandung, 21 September 2018 setelah menghadiri konferensi internasional.

Baca Juga: Kata Polisi Soal Data Telepon & Rekening Ratna yang Bocor

Berdasarkan penyelidikan polisi, pada tanggal 20 September 2018, Ratna mendaftar ke RS Bina Estetika, Menteng Jakarta. Lalu pada 21 September 2018, Ratna teregistrasi hadir di rumah sakit kecantikan tersebut hingga 24 September.

Bandara Husein Satranegara juga tidak mencatat manifes penumpang bernama Ratna Sarumpaet. Kemudian, berdasarkan keterangan polisi, 23 rumah sakit di wilayah Ciamis dan sekitarnya menyatakan tidak menangani pasien bernama Ratna Sarumpaet.

Ketua Dewan Pers Yosep Stanley Adi Prasetyo mengingatkan semua media untuk tidak melupakan peran sebagai verifikator. Ia berharap media berhati-hati dalam membuat berita ujaran atau talking news di masa kampanye seperti saat ini.

"Jangan sampai apa yang beredar marak di media sosial, jadi perbincangan, meme, dan seterusnya kemudian diangkat begitu saja," ujar Stanley kepada Republika.co.id, kemarin malam.

photo
Calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 02 Prabowo Subianto - Sandiaga Salahuddin Uno menyampaikan konferensi pers terkait gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah, di kediaman Prabowo, Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (1/10).

Stanley mengatakan, media harus mengecek, memastikan, dan mengonfirmasi suatu isu kepada pihak-pihak yang berkompeten sebelum isu tersebut diangkat ke publik. Dia pun sangat menyayangkan kebohongan yang dilakukan salah satu juru kampanye capres-cawapres. Menurut dia, tindakan tersebut sangat fatal. "Fatal karena bisa menyebabkan konflik horizontal," kata dia.

Dia berharap kejadian-kejadian seperti ini tidak lagi terulang. Media harus berperan agar generasi muda Indonesia tidak dicekoki dengan informasi yang meragukan. "Informasi- informasi seperti ini, perang kata-kata antara generasi tua mereka, sama sekali tidak bijak," ujar dia.

Ketua Forum Pemred Kemal E Gani mengatakan, prinsip yang harus selalu menjadi pegangan media adalah melakukan cek dan ricek serta menjaga keseimbangan sumber berita. Dia menilai, di era persaingan media yang ingin serba cepat, prinsip-prinsip itu menjadi mudah diabaikan.

"Kita, media, dengan mudah dikecoh oleh sumber berita. Kasus Ratna Sarumpaet hendaknya menjadi pembelajaran," ujar dia.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA