Tuesday, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Tuesday, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Hasto: Jokowi Sukses Selenggarakan Tiga Event Internasional

Ahad 14 Oct 2018 14:18 WIB

Red: Esthi Maharani

Direktur IMF Christine Lagarde (keenam kiri bawah) dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (keenam kanan bawah) bersama gubernur bank sentral dari 189 negara mengikuti sesi foto bersama dalam rangkaian Pertemuan Tahunan IMF - World Bank Group 2018 di Nusa Dua, Bali, Sabtu (13/10).

Direktur IMF Christine Lagarde (keenam kiri bawah) dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (keenam kanan bawah) bersama gubernur bank sentral dari 189 negara mengikuti sesi foto bersama dalam rangkaian Pertemuan Tahunan IMF - World Bank Group 2018 di Nusa Dua, Bali, Sabtu (13/10).

Foto: Antara/Anis Efizudin
Tiga event internasional itu mengharumkan nama bangsa.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto memuji prestasi Presiden Joko Widodo yang sukses menyelenggarakan tiga event internasional dalam waktu yang berdekatan.

"Selamat kepada Presiden Jokowi. Pelaksanaan Asian Games, Asian Para Games, dan Pertemuan Tahunan IMF-WB telah berjalan sukses dan membanggakan bangsa Indonesia," kata Hasto Kristiyanto melalui pernyataan tertulisnya, di Jakarta, Minggu.

Asian Games XVIII diselenggarakan di Jakarta dan Palembang pada 18 Agustus-2 September, Asian Para Games diselenggarakan di Jakarta pada 7-13 Oktober, serta Pertemuan Tahunan IMF-WB diselenggarakan di Bali pada 8-14 Oktober.

Menurut Hasto Kristiyanto, keberhasilan ketiga event internasional tersebut terbukti bahwa menyuarakan semangat nasionalisme telah menyatukan perbedaan. Hal itu, kata dia, yang sebenarnya menjadi landasan prestasi, bahwa tiga event internasional sekaligus berkaitan dengan mengharumkan nama bangsa.

"Ketika semua pihak menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas segalanya, maka disability pun berubah menjadi ability. Api ability untuk Tanah Air inilah yang membakar semangat dan menorehkan prestasi. Selamat atas perolehan 37 medali emas Asian Para Games dan menempatkan Indonesia pada peringkat kelima," kata Hasto.

Hasto menegaskan, PDI Perjuangan sungguh berbangga, bukan karena pujian Presiden Asian Paralympic Committee (APC), Majed Rashed, yang mengapresiasi Indonesia sebagai penyelenggara terbaik.

"Pujian sudah selayaknya ditujukan bagi seluruh atlet, relawan, dan suporter yang tergerak mata hatinya untuk mengatakan 'kami mampu, dan kami tidak pernah menyerah; kami berprestasi untuk bangsa dan negara Indonesia Tercinta'," katanya.

Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin ini menambahkan, peradaban sebuah bangsa dapat dilihat dari api semangat untuk bekerja kolektif, membangun sistem, mengejar prestasi, simpati terhadap proses dan hadirnya budaya penemuan bagi kemajuan bangsanya.

"Saya sungguh bergetar dan terharu melihat semangat yang ditunjukkan oleh para atlet kita. Itulah yang saya rasakan ketika melihat bagaimana para atlet Indonesia di cabang olahraga voli duduk bertanding," katanya.

Menurut Hasto, perjuangan para atlet difabel Indonesia, ini tidak sekadar perjuangan memperoleh medali, tapi pertunjukan semangat para atlet difabel yang memiliki ability.

"Sungguh sebuah atmosfer yang menggetarkan dengan menonton langsung. Itulah sebabnya, saya waktu itu mengajak semua pihak untuk menonton Asian Para Games. Para atlet Indonesia mempertontonkan nasionalismenya yang jelas-jelas butuh dukungan tapi di sisi lain ada pihak yang justru mengarahkan massanya ke Kepolisian hanya karena tidak mau bertanggung jawab sendirian atas kebohongan terencana yang dijalankannya," katanya.

Keberhasilan Indonesia menyelenggarakan dua event olahraga internasional, menurut dia, akan menjadi pengalaman berharga bagi bangsa Indonesia

"Kini kita menatap dengan lebih percaya diri, bahwa sejatinya Indonesia adalah bangsa pelopor, bangsa pejuang dan bangsa yang bisa berprestasi," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA