Thursday, 3 Rajab 1441 / 27 February 2020

Thursday, 3 Rajab 1441 / 27 February 2020

UMK Cimahi 2019 Naik Rp 200 Ribu

Sabtu 20 Oct 2018 01:00 WIB

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Friska Yolanda

Buruh

Buruh

Foto: Republika/Adhi Wicaksono
UMK 2019 ditetapkan Gubernur Jabar selambat-lambatnya 21 November 2018.

REPUBLIKA.CO.ID, CIMAHI -- Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Cimahi mengungkapkan upah minimun Kota (UMK) Cimahi pada 2019 mendatang akan mengalami kenaikan sebesar 8,3 persen atau kurang lebih Rp 200.000. Kenaikan disesuaikan dengan pertumbuhan ekonomi dan inflasi nasional.

"Kenaikan UMK (2019) di Cimahi naik sekitar Rp 200 ribu," ujar Supendi Heriyadi, Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Cimahi, Jumat (19/10).

Ia menuturkan, saat ini upah pekerja di Kota Cimahi 2018 sebesar Rp 2,6 juta per bulan. Apabila sudah diketuk palu, maka upah pekerja akan mengalami kenaikan menjadi Rp 2,8 juta. "Kita masih ada jadwal pleno dengan teman pengupahan," katanya.

Menurutnya, mengacu pada edaran Kemenaker RI, maka dipastikan besaran kenaikan UMK Cimahi 2019 ialah 8,03 persen. Ia menuturkan, UMK 2019 ditetapkan Gubernur Jabar selambat-lambatnya 21 November 2018. 

Dirinya menambahkan, perusahaan-perusahaan yang ada harus taat terhadap penetapan UMK. "Sebetulnya perusahaan harus konsisten (bayar upah sesuai UMK)," katanya.

Menurutnya, bagi perusahaan yang mengklaim tak mampu membayar upah sesuai besaran UMK. Maka bisa mengajukan pernyataan penangguhan. Namun upah tetap harus dibayarkan sesuai keputusan. 

Dirinya mengatakan saat ini pekerja di perusahaan di Cimahi mencapai dengan sekitar 82.296 orang. "Kalau secara ekonomi tidak mampu, bisa mengajukan penangguhan," katanya. 

Baca juga, Upah Minimum Provinsi 2019 Naik

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA