Wednesday, 24 Safar 1441 / 23 October 2019

Wednesday, 24 Safar 1441 / 23 October 2019

Erick Thohir: Jangan Terjebak Isu-Isu yang tidak Benar

Senin 22 Oct 2018 17:45 WIB

Rep: Bayu Adji/ Red: Muhammad Hafil

Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf, Erick Thohir, berpose bersama para relawan perempuan dalam acara Indonesia Maju bersama Perempuan Keren: Jokowi, Sahabat Perempuan Keren di Cilandak Town Square, Jakarta Selatan, Senin (22/10).

Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf, Erick Thohir, berpose bersama para relawan perempuan dalam acara Indonesia Maju bersama Perempuan Keren: Jokowi, Sahabat Perempuan Keren di Cilandak Town Square, Jakarta Selatan, Senin (22/10).

Foto: Republika/Bayu Adji P
Kampanye bukan untuk ajang memecah belah bangsa.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin menegaskan komitmennya untuk tetap menjaga persatuan bangsa selama kampanye. Ketua TKN Erick Thohir mengatakan, pihaknya akan mengutamakan kampanye yang bersifat membangun.

Karena itu, ia mengingatkan, masyarakat tidak terjebak pada kampanye yang memecah persaudaraan sesama bangsa Indonesia. Hal itu, kata dia, telah ditegaskan oleh Jokowi dalam pidatonya.

"Sekarang dalam era pembangunan, tetapi kita jangan terjebak justru isu-isu yang tidak benar," kata dia di Cilandak Town Square, Jakarta Selatan, Senin (22/10).

Menurut dia, tantangan bangsa Indonesia ke depan bukan hanya persaingan antarbangsa sendiri, melainkan juga persaingan dengan masyarakat global. Karena itu, ia berharap masyarakat tak terjebak pada isu yang memecah sesama.

"Contoh saja sekarang isu-isu yang terjadi misalnya ekonomi global, memang terjadi dan itu harus kita bersatu padu untuk tadi, memperbaiki dan sama-sama tetep memajukan," kata dia.

Direktur Penggalangan Pemilih Perempuan TKN Ida Fauziyah mengakui, 2018-2019 merupakan tahun yang panas karena kondisi politik. Namun, ia meyakini, kehadiran perempuan dalam kampanye dapat mendinginkan suasana yang panas itu.

Ida berargumen berdasarkan data yang menunjukkan populasi perempuan yang memiliki hak suara lebih besar dibanding laki-laki. Ia mengklaim, 50,06 persen pemilih merupakan perempuan.

"Artinya kalau kita, perempuan, menghendaki politik dingin tentu bisa kita lakukan," kata dia.

Ida menegaskan, TKN akan berusaha mendinginkan suhu pesta demokrasi. Menurut dia, kehadiran perempuan relawan pendukung Jokowi-Ma'ruf akan menyambut kampanye dengan riang gembira, demokrasi berlomba untuk mengadu gagasan, program, dan rekam jejak. Bukan justru adu hoaks.

"Perempuan bukan pencipta hoaks, permepuan bisa menciptakan pemilu damai dan riang gembira," kata dia.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA