Monday, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Monday, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Warga Palu Panik Saat Gempa Kembali Mengguncang

Rabu 24 Oct 2018 09:59 WIB

Red: Bayu Hermawan

Gempa bumi (ilustrasi)

Gempa bumi (ilustrasi)

Foto: Antara/M Risyal Hidayat
Gempa berkekuatan 3,3 SR kembali mengguncang Kota Palu, Sulteng.

REPUBLIKA.CO.ID, PALU -- Gempa bumi 3,3 pada Skala Richter kembali mengejutkan warga Kota Palu, Sulawesi Tengah. Gempa yang terjadi pada Rabu (24/10) pagi, pukul 09.42 WITA, sempat mengusik ketenangan warga yang baru saja kembali dari sejumlah lokasi pengungsian, dan mulai kembali beraktivitas.

Meski gempa berkekuatan kecil, namun getarannya terasa cukup keras sehingga membuat warga, termasuk para siswa di sejumlah sekolah terpaksa berhamburan keluar tenda. Seperti yang terlihat di SD VI Inti Lolu yang terletak di bilangan jalan RA Kartini Palu Timur, siswa dan guru keluar karena masih trauma dengan gempa pertama 7,4 SR pada 28 September 2018 yang memporak-porandakan bangunan dan perekonomian masyarakat dan menelan korban jiwa ribuan orang.

Suasana sama juga terlihat di SD II Lolu berdekatan dengan SD VI  tersebut. Guru dan siswa juga berhamburan keluar saat gempa. Bahkan, pihak sekolah langsung menginstruksikan siswa untuk lebih awal pulang ke rumah.

Hingga kini siswa-siswa di Palu dan Kabupaten Sigi masih belajar di tenda-tenda bantuan dari pemerintah Indonesia dan juga Unicef salah satu bidang di Perseritakan Bangsa Bangsa (PBB).

Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi yang terjadi berkekuatan 3,3 Skala Richter. Lokasi pusat gempa berada di Teluk Palu, 11 km arah utara Palu pada koordinat 0.80 LS - 119.86 BT kedalaman 5 km, ditinjau dari lokasi episentrum dan kedalaman sumber gempa penyebab gempa ini diperkirakan terjadi akibat aktifitas sesar Palu Koro.

Getaran gempabumi diperkirakan dirasakan pada skala III-IV MMI di Palu, dan daerah disekitarnya yang berdekatan dengan lokasi sumber gempabumi. Pada skala ini digambarkan getaran dirasakan oleh orang banyak tetapi tidak menimbulkan kerusakan, benda-benda ringan yang digantung bergoyang, jendela kaca bergetar, kata Cahyo Nugroho, Kepala Stasiun Geofisika Klas I Palu.

Berdasarkan informasi masyarakat yang diterima di BMKG, getaran gempabumi dirasakan lemah-sedang (II SIG BMKG / III-IV MMI) di Palu. Terkait dengan peristiwa gempabumi tersebut, masyarakat disekitar lokasi sumber gempabumi diimbau tetap tenang mengingat gempa bumi yang terjadi berkekuatan relatif kecil dan tidak berdampak merusak.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA