Thursday, 18 Rabiul Akhir 1442 / 03 December 2020

Thursday, 18 Rabiul Akhir 1442 / 03 December 2020

UMP Deklarasikan Diri Sebagai Kampus Antikorupsi

Rabu 24 Oct 2018 16:18 WIB

Rep: Eko Widiyatno/ Red: Gita Amanda

Perilaku Korupsi/ilustrasi

Perilaku Korupsi/ilustrasi

Foto: rep
Civitas akademika UMP menandatangani pernyataan sikap antikorupsi.

REPUBLIKA.CO.ID, PURWOKERTO -- Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) dengan disaksikan beberapa staf Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), mendeklarasikan diri sebagai kampus antikorupsi. Deklarasi kampus antikorupsi yang diikuti jajaran dosen dan mahasiswa UMP ini, dipimpin langsung oleh Rektor UMP Dr Syamsuhadi Irsyad di halaman gedung Rektorat, Rabu (24/10).  

Dalam deklarasi tersebut ada beberapa poin yang diikrarkan. Antara lain, para civitas akademika UMP tidak akan melakukan perbuatan korupsi, menciptakan generasi muda yang antikorupsi, mengutuk segala bentuk perilaku korupsi, dan bertekad menjadikan UMP sebagai kampus yang bersih tanpa korupsi.

Setelah deklarasi UMP sebagai Kampus Anti Korupsi, para dosen dan mahasiswa UMP menandatangani pernyataan di atas papan putih yang menyatakan sikap antikorupsi.

Rektor UMP dalam kesempatan itu menyatakan mengenai sikap antikorupsi, sebenarnya sudah menjadi komitmen bersama seluruh civitas akademika UMP sejak lama. ''Hanya kebetulan saat ini ada roadshow bus KPK yang mampir di kampus UMP, sehingga kita sekalian mengadakan acara deklarasi kampus UMP sebagai kampus anti korupsi,'' katanya. 

Dia menyebutkan, perilaku korupsi yang terjadi secara meluas, sistemik, dan kolutif, telah banyak merugikan perekonomian nasional dan menghambat pembangunan nasional. Perilaku koruptif yang semakin merata di berbagai bidang kehidupan publik, menyebabkan tujuan agar masyarakat menjadi makmur dan sejahtera semakin sulit dicapai.

''Salah satu faktor penyebab masih tingginya tingkat kemiskinan, bukan hanya disebabkan oleh faktor kemiskinan struktural. Melainkan karena kultur korupsi di negeri ini yang seolah tidak pernah bisa dicegah,'' katanya.

Untuk itu, Rektor menilai, perlu ada elemen masyarakat yang menjadi pelopor gerakan antikorupsi. Salah satunya, di kalangan perguruan tinggi. ''Untuk itu, izinkan kami dari UMP mendeklarasikan diri sebagai Kampus Antikorupsi. Kami menilai, pemberantasan korupsi hanya akan efektif bila ada kerja sama yang erat antara seluruh elemen masyarakat, termasuk dari kalangan perguruan tinggi,'' jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Rektor juga berharap agar kelak bisa dijalin kemitraan antar UMP dan KPK RI dalam bentuk penyusunan kurikulum antikorupsi atau pendidikan antikorupsi pada generasi milenial.

Sementara itu, staf Direktorat Pendidikan dan Pelayanan kepada Masyarakat (Dikyanmas) KPK Dani Rustandi mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas sikap civitas akademika UMP yang mendukung gerakan anti kprupsi. ''Suatu kebanggaan bagi kita bisa mampir ke sini (UMP). Di UMP ini, saya merasa datang ke rumah saya sendiri, karena sikap civitas akademika yang mendukung penuh upaya pemberantasan korupsi,'' jelasnya.

Dia menyebutkan, dalam program roadshow bus KPK kali ini, ada 11 kota yang akan disinggahi. Dari 11 kota tersebut, sudah sembilan kota yang disinggahi. ''Maksud kami melakukan perjalanan ini antara lain agar semakin banyak warga yang mendukung gerakan anti korupsi,'' jelasnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA