Saturday, 30 Jumadil Awwal 1441 / 25 January 2020

Saturday, 30 Jumadil Awwal 1441 / 25 January 2020

BMKG Cilacap Keluarkan Peringatan Gelombang Tinggi

Rabu 24 Oct 2018 18:09 WIB

Rep: Eko Widiyatno/ Red: Yusuf Assidiq

Perahu tertahan gelombang tinggi.

Perahu tertahan gelombang tinggi.

Foto: Antara.
Mulai berlangsung musim angin timuran dengan kecepatan hingga 37 kilometer per jam.

REPUBLIKA.CO.ID,
CILACAP --  Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Cilacap, Jawa Tengah, kembali mengeluarkan peringatan dini mengenai potensi terjadinya gelombang tinggi. Dalam peringatan yang disampaikan, gelombang tinggi berpotensi terjadi di laut selatan Jawa hingga 26 Oktober 2018 mendatang.

''Gelombang laut di selatan Jawa Tengah, khususnya di perairan selatan Cilacap, berpotensi mencapai ketinggian lebih dari empat meter. Ini dapat membahayakan keselamatan nelayan yang menggunakan kapal atau perahu tradisional,'' jelas prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Cilacap, Adnan Dendy Mardika, Rabu (24/10).

Untuk itu, dia meminta para nelayan yang berlayar di sekitar perairan selatan Cilacap untuk meningkatkan kewaspadaan. Terutama jika angin bertiup cukup kencang, agar membatalkan kegiatannya untuk melaut, atau bila sudah berada di laut agar segera menepi ke pantai.

Menurut dia,  penyebab tingginya gelombang laut di selatan Jawa Tengah ini, disebabkan mulai berlangsungnya musim angin timuran yang memiliki kecepatan hingga 37 kilometer per jam.  ''Hembusan angin dengan kecepatan itu, akan menimbulkan gelombang laut hingga setinggi lebih dari empat meter,'' jelasnya.

Ia menyebutkan, potensi angin timuran dan gelombang tinggi ini, berpeluang terjadi di perairan selatan Cilacap, perairan selatan Kebumen, perairan selatan Purworejo dan perairan selatan Yogyakarta.

''Selain nelayan yang melaut, masyarakat yang melakukan aktivitas di pesisir selatan Jawa Tengah, juga agar berhati-hati dengan gelombang laut ini. Hal ini karena gelombang laut cukup tinggi juga berpotensi terjadi di kawasan pantai,'' katanya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA