Thursday, 26 Jumadil Akhir 1441 / 20 February 2020

Thursday, 26 Jumadil Akhir 1441 / 20 February 2020

Meneropong Geliat UMKM Rumah Warung OK OCE

Rabu 24 Oct 2018 21:30 WIB

Rep: Imas Damayanti/ Red: Andi Nur Aminah

Pengusaha Rumahan Binaan OK OCE Siti Rosidah (34) berpose di depan Rumah Warung (RuWang) Kelurahan Cipete Utara, Rabu (24/11). Dalam pose tersebut Siti nampak memamerkan produk makanan rumahannya.

Pengusaha Rumahan Binaan OK OCE Siti Rosidah (34) berpose di depan Rumah Warung (RuWang) Kelurahan Cipete Utara, Rabu (24/11). Dalam pose tersebut Siti nampak memamerkan produk makanan rumahannya.

Foto: Republika/Imas Damayanti
Harga yang ditawarkan RuWang cukup kompetitif sehingga dapat bersaing.

REPUBLIKA.CO.ID, REPUBLIKA, JAKARTA -- Sambil memegang bungkus makanan ringan berlabel Al-Izmu, Siti Rosidah (34) nampak sumringah usai peluncuran Rumah Warung (RuWang) OK OCE kelurahan Cipete Utara, Rabu (24/11), Jakarta. Pasalnya, sebagai anggota dan pengusaha rumahan binaan OK OCE ia merasa terbantu dengan program binaan dan pemasaran yang digagas oleh Perkumpulan Gerakan OK OCE (PGO).

Meski bukan warga kelurahan Cipete Utara, ia tetap hadir dan mengikuti acara peluncuran RuWang serta ikut memberikan apresiasi dan harapannya. Ketika ditemui Republika.co,id, Siti Rosidah mengungkapkan harapannya agar RuWang bisa segera hadir di kelurahan Pancoran tempat domisilinya. “Berharap di sana (Pancoran) segera ada RuWang,” ujarnya.

Sebagai anggota dan pelaku usaha OK OCE, Siti merasa telah banyak mendapatkan bantuan. Baik dari segi promosi maupun pembinaan dalam produksi. Sebelum mengikuti program OK OCE, Siti mengakui masih sangat buta tentang dunia usaha secara profesional yang berdaya saing.

Kini setelah melalui pembinaan dan juga kerja keras, ia telah berhasil membawa izin Dinas Kesehatan (Dinkes) dan juga sertifikat halal MUI. Padahal sebelum mendapat pembinaan dari OK OCE, ia sama sekali tak menganggap sertifikasi produk rumahannya penting.

Sambil tersenyum dan terus memamerkan produk rumahannya, Siti meminta kepada koleganya untuk mengambil foto dirinya di samping patung Ondel-Ondel yang berdiri di depan RuWang. Dalam hitungan ketiga aba-aba koleganya, Siti tersenyum.

Sementara itu di dalam RuWang kelurahan Cipete Utara yang bertipe besar (3 meter x 1,5 meter) terdapat sejumlah produk UMKM berupa makanan ringan maupun miuman kemasan. Seperti kripik singkong, roti, hingga kue-kue ringan. Harga yang dibanderol pun bervariatif.

Untuk kripik singkong balado dengan berat 250 gram dibanderol mulai Rp 15 ribu hingga Rp 20 ribuan. Sebagai perbandingan, kripik singkong balado dengan berat 250 gram di Pasar Senen harganya hampir sama dengan yang ditawarkan RuWang. Sementara di situs belanja online Tokopedia yang Republika akses, harga kripik singkong balado 250 gram berkisar 20 ribu hingga 35 ribu.

Ketua OK OCE Nasional Faransyah Jaya menyebut, harga yang ditawarkan RuWang cukup kompetitif sehingga dapat bersaing dengan gerai-gerai lainnya. “Kami membanderol harga yang kompetitif,” kata dja.

Meski harga yang ditawarkannya kompetitif, ia menyatakan skema bagi hasil antara warga (40 persen) dan investor (60 persen) akan dijalankan dengan profesional. Diharapkan tidak ada pihak yang merasa dirugikan.

Belajar dari kealpaan dalam manajemen OK OCE Mart yang kerap tersandung kendala seperti sepinya pengunjung, RuWang didesain semini mungkin dengan margin yang dapat diterima oleh ketiga pihak. Antara lain warga sebagai pelaku usaha, investor, dan juga pembeli. Meneropong geliat ekonomi UMKM RuWang menjadi penting mengingat OK OCE Mart sebagai pendahulunya belum berjalan maksimal.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA