Thursday, 20 Muharram 1441 / 19 September 2019

Thursday, 20 Muharram 1441 / 19 September 2019

MUI Garut Minta Umat Maafkan Pelaku Pembakaran Bendera

Kamis 25 Oct 2018 07:13 WIB

Rep: Eric Iskandarsjah/ Red: Muhammad Hafil

Ilustrasi Pembakaran Bendera Tauhid

Ilustrasi Pembakaran Bendera Tauhid

Foto: Foto : MgRol112
KH Sirojul Munir mengingatkan Allah saja memberikan maaf bagi hambanya yang bertobat.

REPUBLIKA.CO.ID, GARUT—Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Garut, Jawa Barat, mengimbau seluruh elemen umat Islam untuk memaafkan pelaku aksi pembakaran bendera tauhid saat peringatan Hari Santri Nasional di Limbangan, Garut, Senin (22/10). Pasalnya, pelaku yang terlibat dalam pembakaran itu telah menyampaikan permohonan maaf.

Ketua MUI Garut, KH Sirojul Munir pun menekankan agar permohonan maaf itu seyogyanya dimaafkan karena itu sudah merupakan ajaran dalam Islam. “Kasus pembakaran itu sudah ditangani dengan cepat oleh Polres Garut dan telah mengamankan terduga yang membakar bendera tersebut,” kata Munir, Rabu (24/10).

Kemudian, ia menyampaikan bahwa itikad baik permohonan maaf tersebut tentunya harus disambut baik oleh seluruh masyarakat, para tokoh-tokoh dan juga para ulama di berbagai daerah. Ia mengungkapkan, saling memaafkan antar muslim merupakan ajaran dalam Islam sehingga harus dilaksanakan untuk kebaikan bersama.

"Allah saja manakala makhluknya minta maaf maka Allah akan memberikan maaf, walaupun dosanya seluas bumi, setinggi langit, kecuali yang tidak bisa dimaafkan seperti dosa sirik," katanya.

Ia mengimbau seluruh lapisan masyarakat di Garut maupun di daerah lainnya untuk memberi maaf kepada orang yang telah menyampaikan permohonan maaf terkait kasus tersebut. Ia berharap, kasus tersebut dianggap selesai, dan sepenuhnya diserahkan kepada pihak kepolisian, apapun hasilnya nanti harus diterima secara bijaksana.

"Proses hukum kita hormati, kita percayakan kepada pihak penyidik secara profesional," katanya.

photo

Kronologi pembakaran bendera.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA