Thursday, 28 Jumadil Awwal 1441 / 23 January 2020

Thursday, 28 Jumadil Awwal 1441 / 23 January 2020

Inggris Tahu Rencana Pembunuhan Khashoggi?

Senin 29 Oct 2018 16:28 WIB

Red: Budi Raharjo

Ilustrasi Jamal Khashoggi

Menteri Pertahanan AS Jim Mattis.

Foto:
Ada perintah dari seorang anggota di lingkaran bangsawan Saudi untuk culik Khashoggi.

Percakapan Mattis

Sementara itu, Menteri Pertahanan AS Jim Mattis mengatakan, ia telah bertemu Menteri Luar Negeri Saudi Adel al-Jubeir di sela konferensi di Bahrain, Sabtu. Keduanya membahas soal Khashoggi. "Kami membahasnya ... mengenai pentingnya transparansi, investigasi sepenuhnya dan hingga tuntas," ujar Mattis.

"Menteri Jubeir sepenuhnya setuju, dia sama sekali tidak menunjukkan keberatan. Ia mengatakan kita harus tahu apa yang terjadi dan kami sepakat dalam hal itu," ujar Mattis. Ketika ditanya mengenai kelanjutan koalisi AS dan Saudi dalam konflik di Yaman, Mattis mengatakan, "kami akan terus mendukung pertahanan Kerajaan (Saudi)".

Saudi memang memimpin koalisi militer dalam konflik bersaudara di Yaman. Saudi mendukung pemulihan kekuasaan Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi yang digulingkan kelompok Houthi dukungan Iran pada 2015.

AS dan negara Barat lainnya mendukung Saudi dengan memasok senjata, bahan bakar, dan data intelijen. Sedangkan Jerman menyatakan akan menahan semua ekspor senjata ke Saudi. Mereka akan menunggu hingga pembunuhan Khashoggi terungkap.

Pekan lalu Jaksa Agung Saudi Sheikh Saud al-Mojeb pun telah mengakui bahwa pembunuhan Khashoggi telah direncanakan. Pernyataan ini tentu bertolak belakang dengan pernyataan resmi sebelumnya bahwa sang kolumnis Washington Post tewas setelah perkelahian pecah. "Para tersangka dalam insiden tersebut bertindak dengan didahului rencana yang dirancang," ujar al- Mojeb.

"Kejaksaan terus melakukan investigasi tersangka dengan mengacu pada petunjuk yang telah ada dan hasil investigasi tersebut demi terkumpulnya bukti dan melengkapi proses peradilan." Para tersangka disebut berada di antara 15 orang tim pelaksana yang dikirim ke Turki, termasuk di antara mereka adalah anggota GID.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA