Monday, 12 Rabiul Akhir 1441 / 09 December 2019

Monday, 12 Rabiul Akhir 1441 / 09 December 2019

TKN Apresiasi Kehadiran Luhut ke Bawaslu

Jumat 02 Nov 2018 20:23 WIB

Rep: Bayu Adji P/ Red: Bayu Hermawan

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ace Hasan Syadzily.

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ace Hasan Syadzily.

Foto: Humas DPR RI
TKN mengapresiasi kehadiran Luhut ke Bawaslu ditengah kesibukannya sebagai menteri.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin mengapresiasi kehadiran Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan ke Badan Pengawasan Pemilihan Umum (Bawaslu). Juru Bicara TKN Ace Hasan Syadzily mengatakan, kehadiran Luhut di tengah kesibukannya sebagai menteri menunjukkan yang bersangkutan bertanggung jawab pada perbuatannya.

"Itu sesuatu yang luar biasa. Saya kira Pak Luhut akan mengklarifikasi, apa yg dilakukanya itu kan bukan kampanye, dengan mengatakan Indonesia Nomor satu, apa itu kampanye? kan enggak," katanya di Posko Cemara, Jakarta Pusat, Jumat (2/11).

Menurut Ace, saat ini masyarakat terlalu mempersoalkan hal yang tidak substansial. Ia mencontohkan, ada pihak yang melaporkan melaporkan Presiden Jokowi saat menggratiskan Jembatan Suramadu. Padahal, kata Ace, bukan Jokowi yang mengajak masyarakat menunjukkan satu jari. Justru sebaliknya, Jokowi meminta para tokoh yang mengangkat satu jari itu menurunkan tangannya.

"Eh malah dilaporkan. Saya menyebutnya sontoloyo, sesuatu yang tidak perlu dipersoalkan malah dipersoalkan," ujarnya.

Meski begitu, Ace tak mau menyalahkan aturan kampanye yang telah dibuat oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Namun, cara masyarakat dalam merespon tindakan yang harus menjadi perhatian.

"Mana yang seharusnya menjadi pelanggaran pemilu mana yang bukan, Saya sebagi Jubir TKN nanti kalau rapat di DPR Bilang ini (sambil nunjuk jari telunjuk) difoto sama orang, padahal saya kan gak kampanye, tapi nanti ada yang melaporkan," jelasnya.

Karena itu, ia mengajak semua pihak tidak perlu berlebihan dalam mempersoalkan sesuatu. Menurut dia, hal itu akan membawa perdebatan kampanye menjadi insubtansial.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA