Wednesday, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Wednesday, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Gubernur NTB Dorong Warga Antisipasi Kejadian Bencana

Senin 05 Nov 2018 10:54 WIB

Rep: Muhammad Nursyamsyi/ Red: Agus Yulianto

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Zulkieflimansyah

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Zulkieflimansyah

Foto: Republika TV/Muhammad Nursyamsyi
Masyarakat juga harus diberikan edukasi dan sosialisasi tentang mitigasi bencana.

REPUBLIKA.CO.ID, LOMBOK TENGAH -- Mitigasi bencana menjadi salah satu perhatian bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB). Musibah bencana gempa yang melanda NTB pada akhir Juli hingga Agustus, menyisakan begitu banyak kesedihan, baik dari korban jiwa, korban luka, dan kerusakan bangunan.

Gubernur NTB Zulkieflimansyah mengatakan, kondisi NTB, dan Indonesia pada umumnya memang dikenal sebagai wilayah yang rawan bencana karena berada pada jalur cincin api. Kata dia, potensi bencana yang dapat menimpa NTB tidak sekadar bencana, melainkan juga tanah longsor, gunung meletus, dan banjir bandang.

"Seperti yang sering disampaikan Pak Presiden bahwa negara kita memang berada di jalur cincin api. Saya kira sudah ada perhatian dari pemerintah pusat dengan adanya badan yang memiliki fokus pada persoalan bencana seperti BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana)," ujar Zul di Pantai Kuta, KEK Mandalika, Lombok Tengah, NTB, Ahad (4/11). 

Zul menyampaikan, masyarakat juga harus diberikan edukasi dan sosialisasi tentang mitigasi bencana. Ia mengaku terus menjalin komunikasi yang intensif dengan pemerintah kabupaten/kota di NTB dalam hal sosialisasi mitigasi bencana. 

"Kita harus siapkan mental dan antisipasi terhadap bencana, mulai gempa, juga antisipasi bencana yang lain seperti banjir di Bima dan Dompu yang sangat mungkin terjadi di Lombok Timur. Oleh karena itu, kita harus siap dengan skenario terburuk," kata Zul menambahkan. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA