Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

JK: Kepahlawanan Saat Ini Berarti Memajukan Bangsa

Sabtu 10 Nov 2018 15:12 WIB

Red: Ani Nursalikah

Wapres Jusuf Kalla memimpin upacara peringatan Hari Pahlawan di TMP Kalibata, Jakarta, Sabtu (10/11)

Wapres Jusuf Kalla memimpin upacara peringatan Hari Pahlawan di TMP Kalibata, Jakarta, Sabtu (10/11)

Foto: Fauziah Mursid
Pertempuran Surabaya melibatkan santri dan tokoh agama.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan makna peringatan Hari Pahlawan di masa kini adalah untuk memajukan bangsa melalui pendidikan, ilmu pengetahuan, dan persatuan masyarakat Indonesia.

"Kepahlawanan masa lalu ialah membebaskan bangsa ini dari penjajahan, kepahlawanan pada dewasa ini ialah memajukan bangsa ini, meningkatkan kecerdasan, pendidikan, kemakmuran dan keadilannya," kata JK, saat menghadiri acara Asosiasi Masjid Kampus Indonesia (AMKI), di Gedung D Kemenristekdikti, Jakarta, Sabtu (10/11).

Upaya untuk mencapai kemajuan bangsa tersebut, dimulai dari semangat para pemuda, khususnya mahasiswa, seperti yang dilakukan pejuang pada 1945. "Saudara-saudara sekalian dari universitas dan perguruan tinggi tentu di kampus tujuannya adalah meningkatkan martabat bangsa lewat pendidikan, lewat ilmu pengetahuan dan juga tentu kebersamaan kita semuanya," kata JK, di hadapan puluhan pengurus masjid kampus dari universitas negeri di Indonesia.

Semangat para pahlawan pada saat pertempuran 10 November 1945 juga menggunakan semangat yang sama bagi umat Islam untuk melakukan ibadah. Peristiwa bersejarah Pertempuran Surabaya tersebut salah satunya digerakkan dengan menggunakan kalimat takbir "Allahu Akbar" untuk melawan penjajah.

"Salah satu simbol dari 10 November itu ialah menggerakkan masyarakat dengan 'Allahu Akbar', sama dengan takbir kita, selalu shalat dengan Allahu Akbar dimulainya. Jadi semangat itu sama dengan semangat orang melaksanakan kewajiban shalatnya," katanya.

Selain para pemuda dan mahasiswa, peristiwa Pertempuran Surabaya juga melibatkan para santri yang digerakkan oleh beberapa tokoh agama, seperti KH Hasyim Asy'ari dan KH Wahab Hasbullah. Karena itu sebagai pemuda masjid, JK mengingatkan kepada para mahasiswa anggota AMKI untuk dapat menjaga keberadaan masjid kampus yang tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat ibadah.

Masjid saat ini juga berfungsi sebagai penggerak aktivis kemahasiswaan, sehingga dari situ diharapkan para mahasiswa dapat meningkatkan fungsi masjid dengan baik dan berkarakter.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA