Kamis, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Kamis, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Banjir, Ratusan Warga Kabupaten Bandung Mengungsi

Ahad 11 Nov 2018 12:10 WIB

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Gita Amanda

Sejumlah kendaraan melintasi genangan air yang mulai membanjiri Jalan Anggadireja, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Kamis (8/11).

Sejumlah kendaraan melintasi genangan air yang mulai membanjiri Jalan Anggadireja, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Kamis (8/11).

Foto: Republika/Edi Yusuf
BPBD mengajak masyarakat lebih waspada dan hati-hati karena sudah masuk musim hujan.

REPUBLIKA.CO.ID, SOREANG -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung mengungkapkan ratusan warga yang berada di dua kecamatan yaitu Kecamatan Baleendah dan Dayeuhkolot mengungsi di tempat pengungsian yaitu GOR Inkanas dan shelter di Dayeuhkolot. Hujan deras yang terjadi sejak Rabu (7/11) menyebabkan meluapnya Sungai Citarum.

Namun, beberapa kali di beberapa titik banjir sempat surut karena hujan turun dengan intensitas yang ringan seperti di Kampung Kaum RW 09, Desa Dayeuhkolot, Kecamatan Dayeuhkolot. Sementara beberapa tempat lainnya masih banjir di antaranya Babakan Leuwi Bandung RW 14, Dayeuhkolot dan Kampung Cigosol, Baleendah dengan ketinggian bervariasi mulai dari 10 hingga 70 sentimeter.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung, Sudrajat, mengungkapkan di Kampung Bojong Asih, RW 04 Dayeuhkolot sebanyak 22 Kepala Keluarga (KK) dengan 79 orang dewasa dan 40 balita mengungsi di Shelter Dayeuhkolot. Sementara di Kampung Cigosol, Kelurahan Baleendah, Kecamatan Baleendah sebanyak 109 jiwa mengungsi di GOR Inkanas.

“Akses jalan yang belum bisa dilalui kendaraan yaitu jalan Andir-Katapang dengan ketinggian 10 hingga 60 sentimeter,” ujarnya kepada Republika.co.id, Ahad (11/11). Ia mengajak seluruh masyarakat untuk lebih waspada dan berhati-hati dengan kondisi cuaca yang sudah memasuki penghujan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bandung, Akhmad Djohara, mengatakan pihaknya sudah menyiapkan posko siaga darurat bencana dengan personel sebanyak 50 orang. Mereka di antaranya akan melakukan pemantauan kondisi cuaca di seluruh wilayah setiap hari.

“Kita siagakan 50 orang satgas sehingga penanggulangan bencana bisa dilakukan secara cepat untuk meminimalisir dampak resiko bencana kepada masyarakat,” katanya. Menurutnya, beberapa peralatan juga disiapkan terutama menyangkut evakuasi.

Ia pun mengungkapkan menyiapkan perahu dua unit, perahu riverboot dua unit, kayak dua unit, perahu alumunium empat unit dan perahu kayu yang sudah terdistribusi ke tiap RW di Baleendah sekitar sepuluh unit. Selain itu, pihaknya segera akan menyiapkan prosedur status siaga darurat banjir dan longsor di Kabupaten Bandung.

“Saat ini kami sedang proses pada penetapan status siaga darurat bencana banjir dan longsor bersama pihak terkait,” ungkapnya.

Kepala Stasiun Geofisika Bandung, Tony Agus Wijaya mengungkapkan prakiraan cuaca di wilayah Bandung Raya pada Senin (12/11) hingga Selasa (13/11) mendatang, secara umum berpotensi hujan. Dengan disertai kilat dan intensitas sedang hingga lebat pada siang menuju sore dan malam hari.

“Kami memberikan peringatan dini di pesisir selatan Jawa Barat waspadai potensi hujan lebat yang dapat disertai dengan kilat dan petir serta ketinggian gelombang,” ujarnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA