Monday, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Monday, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Di Centra Produksi, Harga Beras Mulai Naik

Ahad 11 Nov 2018 16:07 WIB

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Agus Yulianto

Pedagang menata karung beras. Saat ini, harga beras mulai bergerak naik.

Pedagang menata karung beras. Saat ini, harga beras mulai bergerak naik.

Foto: Republika/Prayogi
Kenaikan harga itu karena daerah yang panen sudah hampir habis.

REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU -- Harga beras di tingkat pedagang di Kabupaten Indramayu mulai merangkak naik. Meski demikian, kenaikan itu dinilai tak terlalu tinggi.

Seorang pemilik kios beras di Kelurahan Margadadi, Kecamatan Indramayu, Jana, menyebutkan, harga beras premium kualitas satu saat ini mencapai Rp 265 ribu per karung dengan kapasitas 25 kilogram, atau Rp 10.600 per kilogram. Sebelumnya, harga beras tersebut mencapai Rp 260 ribu per karung atau di kisaran Rp 10.400 per kilogram.

Untuk beras medium, harganya sekitar Rp 9.200 – Rp 9.700 per kilogram untuk pembelian karungan. Sedangkan untuk beras yang kualitasnya di bawah medium, dihargai kurang lebih Rp 8.700 per kilogram untuk pembelian karungan.

"Pokoknya harga beras rata-rata naik sekitar Rp 200 per kilogram dibandingkan dua bulanan yang lalu," ujar Jana, Ahad (11/11).

Jana mengatakan, kenaikan harga beras baru terjadi mulai bulan ini. Di bulan-bulan sebelumnya, harga beras masih stabil.

Jana menilai, kenaikan harga beras di bulan ini memang biasa terjadi. Pasalnya, daerah yang panen sudah hampir habis. Sedangkan musim tanam berikutnya, belum dimulai. "Sekarang yang beredar juga gabah-gabah simpanan milik petani. Gabah yang baru panen sudah tidak ada," kata dia.

Jana menambahkan, kenaikan harga beras biasanya akan terus terjadi hingga Februari tahun depan. Pasalnya, saat itu baru akan dimulai lagi masa panen.

Kenaikan harga beras saat ini seiring dengan kenaikan harga gabah di tingkat petani. Wakil Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Indramayu, Sutatang, menyebutkan, harga gabah simpan atau setara dengan gabah kering giling (GKG) di tingkat petani saat ini rata-rata mencapai Rp 6.000 – Rp 6.200 per kg. Harga itu naik tipis dibandingkan beberapa bulan sebelumnya yang ada di kisaran Rp 5.800 – Rp 6.000 per kg.

"Jika dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya, kenaikan harga gabah saat ini tidak signifikan," tutur Sutatang. 

Sutatang menyebutkan, pada akhir tahun lalu, harga gabah di tingkat petani bisa mencapai Rp 6.800 - Rp 7.000 per kg. Tingginya harga gabah pada akhir tahun itu disebabkan berakhirnya masa panen raya gadu dan belum dimulainya musim tanam rendeng. 

Sutatang menilai, kenaikan harga gabah yang tidak signifikan itu disebabkan adanya kebijakan impor beras yang dilakukan pemerintah. Menurutnya, impor membuat harga gabah petani menjadi tertekan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA