Senin, 25 Zulhijjah 1440 / 26 Agustus 2019

Senin, 25 Zulhijjah 1440 / 26 Agustus 2019

9.000 Relawan Bersihkan Pasar Legi Solo

Senin 12 Nov 2018 18:14 WIB

Rep: Binti Sholikah/ Red: Yusuf Assidiq

Para relawan bekerja bakti membersihkan Pasar Legi, Solo, Ahad (11/11). Merek membersihkan puing-puing bangunan pasar yang terbakar sekitar dua pekan lalu tersebut.

Para relawan bekerja bakti membersihkan Pasar Legi, Solo, Ahad (11/11). Merek membersihkan puing-puing bangunan pasar yang terbakar sekitar dua pekan lalu tersebut.

Foto: Republika/Binti sholikah
Pembangunan pasar darurat tersebut selesai pekan depan.

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- Sebanyak 9.000 relawan bekerja bakti membersihkan Pasar Legi, Solo, Jawa Tengah. Para relawan membersihkan puing-puing bangunan pasar yang terbakar dua pekan lalu tersebut.

Para relawan yang ikut bekerja bakti tersebut terdiri dari SAR, TNI, Polri, ASN (Aparatur Sipil Negara), organisasi masyarakat (ormas), perwakilan dari setiap kelurahan, sosialitas, dan lain sebagainya.

Wali Kota Solo, FX Hadu Rudyatmo, mengatakan puing-puing yang dibersihkan tersebut nantinya akan ditaruh di Pedaringan. Kalau sudah penuh, nanti ditaruh di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Kegiatan kerja bakti tersebut dilakukan satu hari sampai pukul 10.00 WIB.

"Habis ini kan sudah dilelang mau dibongkar oleh pemenang lelang nanti kita hapuskan (asetnya)," kata wali kota, kepada wartawan di sela-sela kegiatan kerja bakti.

Di samping para relawan yang melalukan kerja bakti, terdapat para tukang yang membangun pasar darurat di halaman parkir utara Pasar Legi. Tiang-tiang telah didirikan. Atap bangun juga telah dipasang. Hanya tersisa dinding-dinding pasar yang belum dipasang.

Pasar darurat tersebut diperuntukkan bagi pedagang los. Wali kota menargetkan pembangunan pasar darurat tersebut selesai pekan depan. "Targetnya dua pekan selesai. Ini kan sudah satu pekan," ujarnya.

Selanjutnya, pasar darurat untuk pedagang kios akan dibangun di Jalan Sabang. Pedagang pelataran rencananya juga akan ditempatkan di lokasi tersebut. Termasuk pedagang yang berjualan sore hari. "Kami juga masih akan menata tenda untuk pedagang karena kami tidak mau kalau kebanjiran," imbuhnya.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Solo, Subagiyo, menambahkan rencananya puing-puing bekas kebakaran di Pasar Legi dibersihkan terlebih dahulu. Selanjutnya setelah bersih akan dilelang kemudian dibongkar oleh pemenang lelang. Setelah itu, rencananya 2019 akan dibangun pasar baru.

"Ini pertama kali saya akan melelangkan penghapusan dulu setelah itu lelang DED (Detail Engineering Design), nanti baru lelang fisik. Jadi ada tiga kali lelang karena prosedur harus seperti itu," kata Subagiyo.

Ia menambahkan, proses lelang penghapusan hanya sekitar satu bulan. Lelang DED diperkirakan 30 hari. Kemudian ditargetkan pada Januari 2019 sudah dilakukan lelang fisik untuk pembangunan pasar baru. Sebab, lelang fisik syaratnya harus ada DED terlebih dulu.

Ditargetkan bangunan yang terbakar tersebut bisa dibongkar pada awal 2019. "Ya kami harapkan Januari sudah dibongkar dengan pemenang lelang. Kira-kira awal Januari. Ini lagi proses ditaksir," ujarnya.

Menurutnya, pembersihan puing-puing difokuskan satu hari tersebut. Nantinya, jika belum selesai, masih banyak relawan-relawan yang mau membantu, seperti SAR dan TNI. Seperti dari SAR TNI itu masih banyak. "Ini belum dikerahkan semua. Akan ada yang melanjutkan," ujarnya.

Di sisi lain, mengenai pembagian kios pasar darurat, Subagiyo menegaskan, supaya pembangunan kios diselesaikan terlebih dahulu, kira-kira dua pekan. Selanjutnya, pemkot akan membagi kios kepada pedagang yang memegang Surat Hak Penempatan (SHP) dan Kartu Tanda Pengenal Pedagang (KTPP).

Bagi pedagang yang berjualan pada sore hari disediakan tenda-tenda. "Jadi pedagang masih bisa berjualan di jalan-jalan dengan menggunakan tenda dan payung kan tadi ada bantuan dari sosialita, itu akan menambah fasilitas," kata dia.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA