Tuesday, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Tuesday, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Anies: Ada Lebih dari 30 Titik Rawan Banjir di Jakarta

Senin 12 Nov 2018 21:14 WIB

Red: Bayu Hermawan

Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (8/11).

Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (8/11).

Foto: Republika/Farah Noersativa
Anies mengatakan Pemprov fokus membangun tanggul di wilayah yang rawan banjir.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, saat ini ada lebih dari 30 titik rawan banjir yang dimonitor secara intensif oleh Dinas Sumber Daya Air (SDA). Anies mengatakan, Pemprov mempercepat pengerjaan tanggul di wilayah yang rawan banjir.

"Kita monitor itu dengan ketat.  Misalnya kemarin saya mendatangi satu tempat yang setiap tahun itu sering mengalami banjir karena tanggulnya belum dituntaskan. Pembangunan tanggulnya baru berjalan separuh pas di belokan," kata Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (12/11).

Kawasan Cipinang Melayu pembangunan tanggulnya sudah mulai dikerjakan, tanggul dinaikan satu meter sementara menggunakan batu bronjong. Dikatakannya kemudian air di hulu datang dan kemudian kawasan itu, mengalami banjir kira-kira 50 sentimeter dalam waktu beberapa jam sudah langsung surut.

"Itu contoh bahwa kita sekarang sedang proses Insya Allah nanti akan sampai dua meter, mudah-mudahan terbebas. Nah di tempat-tempat yang bisa kita lakukan solusi temporer kita kerjakan, seperti ini kita siapkan bronjong," kata Anies.

Gubernur menjelaskan untuk kawasan lain yang rawan banjir akan dibereskan dalam jangka panjang. Terutama soal memastikan bahwa tanggul-tanggul itu bisa terbangun dengan tuntas. Selain itu, disiapkan antisipasi penanggulangan dengan menyiagakan lebih dari 1.400 relawan yang sudah terverifikasi untuk melakukan monitoring antisipasi di lapangan, sekaligus memberikan peringatan dini (early warning).

Menurutnya selama ini Pemprov DKI menerima Laporan banjir, itu harus diverifikasi. Namun menerima laporan itu tidak tahu validitasnya, dan itu merupakan problem. "Jadi kemarin dalam review awal tahun ini, saya katakan bahwa tidak bisa lagi ke depan kita menerima laporan secara dari pihak-pihak yang tidak terverifikasi," kata Anies.

Sebanyak 1.400 relawan sekarang sudah terverifikasi orangnya di seluruh wilayah Jakarta. Saat mereka mengirimkan laporan maka laporan itu tidak perlu dicek ulang lagi, karena mereka sudah memiliki pengetahuan informasi cara menyampaikan yang akurat.  Informasi yang akurat itu bisa direspon lebih cepat.

"Ini keluhan yang disampaikan oleh teman-teman di 'smart city'. Terima laporannya banyak, tetapi kredibilitasnya harus diuji dulu," kata Anies.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA