Selasa, 19 Zulhijjah 1440 / 20 Agustus 2019

Selasa, 19 Zulhijjah 1440 / 20 Agustus 2019

2019, Pesawat Berbadan Lebar Bisa Mendarat di Karimunjawa

Selasa 20 Nov 2018 19:51 WIB

Rep: Bowo Pribadi/ Red: Andi Nur Aminah

Nelayan pembudidaya karamba ikan memberi pakan ikan kerapu di tepi Pantai Lego, Karimunjawa, Jepara, Jawa Tengah, Jumat (27/7)

Nelayan pembudidaya karamba ikan memberi pakan ikan kerapu di tepi Pantai Lego, Karimunjawa, Jepara, Jawa Tengah, Jumat (27/7)

Foto: Antara/Aji Styawan
Karimunjawa tengah dipersiapkan untuk menjadi destinasi wisata unggulan di Indobesia.

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Kepulauan Karimunjawa di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah sedang bersiap menjadi salah satu destinasi wisata unggulan untuk menggaet wisatawan mancanegara. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah terus mendorong pembangunan  berbagai infrastruktur pendukung guna menyambut kesiapan Karimunjawa menjadi destinasi yang diminati wisatawan internasional.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan, Karimunjawa memang tengah dipersiapkan untuk menjadi destinasi wisata unggulan di Indonesia. Keindahan Karimunjawa belum tereksplorasi luas oleh para wisatawan. Sehingga, dibutuhkan upaya serius untuk menyiapkan lokasi itu sebagai destinasi wisata unggulan sekaligus sebelum gencar dipromosikan kepada dunia internasional.

“Karimunjawa ibarat anak gadis yang belum didandani. Masih banyak sentuhan yang diperlukan di sana untuk menjadikannya sebagai obyek wisata unggulan di Indoensia,” katanya, Kamis (15/11).

photo

Sejumlah perahu nelayan bersandar seusai melaut di tepi pantai Pelabuhan Karimunjawa, Jepara, Jawa Tengah.

Potensi Karimunjawa, lanjut Ganjar sebenarnya sangat besar dan tak kalah dengan wisata tiga Gili di Lombok, NTB. Karena potensi wisata yang ada di Karimunjawa juga lengkap.

Wisatawan dapat menikmati keindahan pantai berpasir putih, bersantai di pulau-pulau kecil yang tenang, menyelam dengan ditemani ikan-ikan dan terumbu karang yang indah, juga menikmati aneka kuliner serta kearifan lokal masyarakatnya.

“Karena populasi masyarakat di Karimunjawa yang terdiri atas etnis Jawa, Bugis serta etnis Madura dengan beragam khasanah budaya lokal yang dipertahankan masing- masing,” lanjutnya.  

Ganjar juga menyebutkan, dahulu tak banyak orang yang mau ke Karimunjawa. Karena aksesnya hanya bisa ditempuh menggunakan jalur laut. Sehingga jika ada gelombang tinggi kapal tak berani melaut.

Tak jarang para wisatawan yang berkunjung 'terjebak' di pulau itu karena kapal tidak berlayar. Apalagi jika musim angin barat tiba, saat gelombang laut tidak ramah bagi lalulintas penyeberangan.

photo

Sejumlah ikan berada di sekitar terumbu karang di wilayah peraian konservasi Taman Nasional Karimunjawa (TNKJ), Jepara, Jawa Tengah, Sabtu (4/8).

Sekarang ini kami Pemprov Jawa Tengah sudah memperbaiki infrastruktur berupa bandara Dewandaru. Saat ini, setiap hari sudah ada penerbangan semi reguler ke Karimunjawa kendati masih menggunakan pesawat kecil. “Tahun depan (2019) kemampuan Bandara Dewandaru ini Karimunjawa ini ditingkatkan lagi. Sehingga pesawat berbadan lebar sudah bisa mendarat di sana,” tegas Ganjar.

Guna mengembangkan Karimunjawa, lanjutnya, saat ini telah digandeng sejumlah investor yang akan menggarap Karimunjawa. Nantinya, para investor ini akan terlibat dalam pengembangan dari sisi akomodasi, transportasi, kuliner dan sebagainya.

Terkait dengan hal ini gubernur mengaku selalu mewanti-wanti, kepada para investor untuk selalu mempertimbangkan daya dukung lingkungan di Karimunjawa. “Selain meminta hal yang unik dan menarik wisatawan, daya dukung lingkungan ini juga selalu kami tekankan pada calon investor jika ingin mengesksplor dan mengembangkan wisata di Karimunjawa,” tegasnya.

Di sisi lain, Ganjar juga menekankan, selain mempersiapkan infrastruktur dan gencar mempromosikan, masyarakat di Karimunjawa juga terus dididik agar siap menerima para wisatawan internasional. Sebab sebagus apa pun tempat wisata dibangun dan diwujudkan, jika masyarakatnya tidak siap untuk menerima wisatawan internasional maka akan sia-sia.

“Semua ini sudah kami siapkan untuk kesejahteraan masyarakat. Jadi kami terus melakukan sosialisasi dan pelatihan kepada masyarakat agar siap mendapatkan nilai lebih dengan banyaknya wisatawan yang datang,” kata Ganjar.

photo

Wisatawan menikmati suasana senja di Pantai Laendra, Desa Kemujan, Karimunjawa, Jepara, Jawa Tengah, Ahad (22/7).

Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Jawa Tengah, Urip Sihabuddin menambahkan, Karimunjawa merupakan satu dari empat destinasi wisata yang digadang- gadang menjadi unggulan Jawa Tengah. Selain Karimun Jawa, Pemprov Jawa Tengah juga sedang gencar mengembangkan industri pariwisata di kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang Sangiran, Kabupaten Sragen serta kawasan Dieng Plateu di Kabupaten Wonosobo dan Banjarnegara.

Untuk kawasan Karimunjawa, sejauh ini sudah rutin digelar Festival Karimunjawa. Festival ini menawarkan sejumlah kegiatan wisata bertemakan bahari, festival budaya, pameran dan sport tourism.

Selain itu juga masih ada berbagai event untuk meningkatkan kunjungan wisata seperti Borobudur Run, Dieng Culture Festival dan berbagai kegiatan berskala internasional lainnya. “Semua ini digelar untuk lebih memperkenalkan destinasi wisata ungglan di Jawa Tengah tersebut dalam mengget lebih banyak kunjungan wisatawan internasional,” kata  Urip.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA