Friday, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 December 2019

Friday, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 December 2019

KPK Ingatkan Proyek Kartu Nikah Jangan Dikorupsi

Jumat 23 Nov 2018 20:17 WIB

Rep: Rusdy Nurdiansyah/ Red: Andri Saubani

Pasangan suami istri menunjukan kartu nikahnya seusai peresmian Aplikasi Pencatatan Nikah (SIMKAH) Web dan Kartu Nikah di Auditorium Kementerian Agama, Jakarta, Kamis (8/11).

Pasangan suami istri menunjukan kartu nikahnya seusai peresmian Aplikasi Pencatatan Nikah (SIMKAH) Web dan Kartu Nikah di Auditorium Kementerian Agama, Jakarta, Kamis (8/11).

Foto: Republika/Mahmud Muhyidin
Kemenag meluncurkan inovasi penerbitan kartu nikah untuk pasangan muslim.

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK -- Masyarakat diharapkan tidak salah mengartikan mengenai sorotan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap proyek pembuatan kartu nikah yang hendak diluncurkan Kementerian Agama (Kemenag). Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan menuturkan pihaknya hanya mewaspadai akan terjadinya kasus korupsi, seperti proyek pembuatan KTP-el.

"Jangan salah, di media sekarang ramai dan yang saya ingin katakan jangan sampai itu (korupsi) terjadi. Orang menyamakan ini karena kebetulan ada kasus e-KTP, terus sekarang (kartu nikah) hampir sama, elektronik juga. Bukan ada potensi loh, jangan salah," ujar.

Basaria seusai menghadiri acara Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK) yang diselenggarakan Kemenag di Hotel Safero Depok, Jumat (23/11), menjelaskan, untuk mengantisipasi terjadinya korupsi maka dalam proses pengadaan kartu nikah dibutuhkan pengawasan yang ketat sejak awal.

"Ini (kartu nikah) merupakan niat baik dari pak menteri untuk melakukan sesuatu agar pelayanan masyarakat semakin baik. Tapi di dalam pelaksanaannya bisa saja ada pihak-pihak tertentu yang mencari keuntungan, nah ini yang harus dijaga," terangnya.

Oleh sebab itu, menurut dia, salah satu langkah antisipasi terjadinya indikasi korupsi pihaknya melakukan penyuluhan dan sosialisasi di tingkat jajaran Kemenag. Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim juga mengimbau jajarannya agar tidak terjerumus pada prilaku koruptif maupun manipulatif saat mengemban tugas negara.

"Saya menyadari, upaya memberantas korupsi bukanlah proses yang mudah. Korupsi harus diperangi. Saya menolak korupsi karena korupsi menghancurkan sesama, merusak hubungan sosial sesama kita," pungkas Lukman.

photo
Kartu Nikah

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA