Friday, 19 Safar 1441 / 18 October 2019

Friday, 19 Safar 1441 / 18 October 2019

Iklan Rokok Daring Signifikan Pengaruhi Remaja

Rabu 28 Nov 2018 13:04 WIB

Red: Ani Nursalikah

Pelajar SMP menurunkan iklan rokok di warung-warung di dekat sekolah, Jakarta Selatan. (ilustrasi)

Pelajar SMP menurunkan iklan rokok di warung-warung di dekat sekolah, Jakarta Selatan. (ilustrasi)

Foto: Republika/Yasin Habibi
Kampanye bahaya rokok bagi remaja perlu lebih gencar dilakukan di media daring.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Peneliti London School of Public Relation (LSPR) Jakarta Lestari Nurhajati mengatakan iklan rokok di media daring memengaruhi remaja Indonesia untuk merokok. "Terpaan iklan rokok di media daring berpengaruh signifikan terhadap sikap merokok remaja hingga 31,8 persen," kata Lestari dalam diskusi di Jakarta, Rabu (28/11).

Lestari mengatakan berdasarkan penelitian terhadap 173 remaja di Semarang, Yogyakarta, Jakarta, Bandung, dan Surabaya, 100 persen responden perokok menyatakan akan tetap merokok setelah melihat iklan rokok di media daring. Sementara itu, 10 persen responden memiliki kecenderungan untuk merokok setelah melihat iklan rokok di media daring.

"Sebanyak 57,8 persen responden menyadari isi iklan rokok, bahkan 8,7 persen sangat menyadarinya. Selain itu, 58 persen responden mengetahui tujuan iklan rokok," ujarnya.

Tidak hanya itu, 47 persen responden juga menyatakan iklan rokok di media daring sangat kreatif. Bahkan 12,1 persen cenderung menikmati tayangan iklan rokok di media daring.

Karena itu, kampanye pengendalian tembakau atau bahaya rokok yang ditujukan bagi remaja perlu lebih gencar dilakukan di media daring yang banyak diakses remaja. Diskusi Diseminasi Hasil Penelitian Situasi dan Tantangan Pengendalian Tembakau diadakan Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia Jakarta berdasarkan 10 penelitian terpilih dari Jaringan Penelitian Pengendalian Tembakau Indonesia (ITCRN) angkatan II.

"ITCRN merupakan kerja sama Lembaga Demografi Universitas Indonesia dengan John Hopkins Bloomberg School of Public Health," jelasnya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA