Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Atasi Serangan Gajah, Pemkab Muba Pasang Sirine

Kamis 29 Nov 2018 22:17 WIB

Rep: maspril aries/ Red: Dwi Murdaningsih

Petugas dari Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Pemkab Muba) bekerjasama dengan  Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan (Sumsel), Kamis (29/11) turun ke Kecamatan Batanghari Leko untuk mengatasi serangan gajah liar yang menyerang kebun dan pemukiman warga.

Petugas dari Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Pemkab Muba) bekerjasama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan (Sumsel), Kamis (29/11) turun ke Kecamatan Batanghari Leko untuk mengatasi serangan gajah liar yang menyerang kebun dan pemukiman warga.

Foto: dok. Humas Pemkab Muba
Gajah liar merusak kebun warga.

REPUBLIKA.CO.ID, PALEMBANG – Seringnya gajah-gajah liar mendatangi pemukiman dan kebun warga di Musi Banyuasin (Muba) mendapat perhatian Bupati Muba Dodi Reza Alex. Sepekan terakhir gajah liar tampak berkeliaran di perkebunan warga di Kecamatan Batanghari Leko.

Untuk mengatasi masalah serangan gajah liar tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muba bekerjasama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan (Sumsel).

“Hari ini BKSDA Sumsel bersama tim dari Pemkab Muba dan perangkat kecamatan serta desa di Batanghari Leko sudah turun ke lokasi di Sungai Napal memantau dan mengantisipasi adanya gajah liar yang masuk ke kebun dan perkampungan,” kata Sekretaris Daerah Muba Apriyadi, Kamis (29/11).

Menurut Apriyadi, di Sungai Napal tim melihat langsung lokasi yang dilalui gajah liar serta mengantisipasi hal yang dapat membahayakan warga setempat. “Untuk mengatasi masalah gajah liar Pemkab Muba akan melakukan pengadaan peralatan penanggulangan konflik seperti alat komunikasi HT, petasan, head lamp, sirine dan pondok untuk melakukan pemantauan. Kita akan pasang sirine di kebu warga,” ujarnya.

Masalah gajah liar menurut Sekretaris Daerah Muba sudah mengganggu ketenangan warga di sana harus diatasi bersama dengan melibatkan seluruh pihak terkait. “Masalah gajah liar ini tidak diatasi sendiri-sendiri, selain BKSDA dan Pemkab Muba, warga juga dilibatkan untuk mengembalikan gajah tersebut ke habitatnya,” kata Apriyadi.

Sementara itu menurut Camat Batanghari Leko Nwardi Endang, aparat kecamatan bersama perangkat desa serta dibantuk anggota Polsek Batanghari Leko yang didampingi tim BKSDA sudah turun ke lokasi gajah liar merusak kebun warga. “Kita akan gotong-royong untuk mengantisipasi adanya gajah liar yang masuk kebun warga, juga mengedukasi warga untuk tidak menyakiti gajah liar yang masuk kebun atau kampung,” ujarnya.

Kawanan gajah liar mulai menyerang kebun warga di Desa Ulak Kembang terjadi Kamis (22/11) pekan lalu.  Warga pada pagi hari melihat kawanan jaga yang melintas dengan melewati dan merusak kebun warga. Warga lalu melaporkan serangan gajah liar tersebut kepada Camat Batanghari Leko Nwardi Endang.

Camat Nwardi Endang melaporkan kejadian tersebut ke Pemkab Muba dan  berkoordinasi dengan Dinas Kehutanan Muba dan Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Meranti

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA