Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Perawat Indonesia Terus Tingkatkan Profesionalitas

Senin 03 Dec 2018 03:24 WIB

Red: EH Ismail

The 1st International Conferences of Indonesian National Nurses Association di Jakarta, Sabtu-Ahad (1-2/12).

The 1st International Conferences of Indonesian National Nurses Association di Jakarta, Sabtu-Ahad (1-2/12).

Foto: Humas PPNI.
Konferensi internasional dihadiri 250 orang stakeholder keperawatan mancanegara.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) menggelar The 1st International Conferences of Indonesian National Nurses Association. Mengangkat tema ‘Quality Improvement of Nursing Services: Issues and Strategies’, Konferensi diselenggarakan di Century Park Hotel, Senayan, Jakarta Sabtu-Ahad (1-2/12).

Ketua Umum PPNI Harif Fadhillah mengatakan, konferensi tersebut merupakan kegiatan ilmiah bertaraf internasional pertama kalinya yang dilaksanakan PPNI. “Ini bagian dari upaya kami terus meningkatkan profesionalisme perawat Indonesia,” kata Harif dalam siaran pers yang diterima Republika.co.id di Jakarta, Ahad (1/12).

Harif menjelaskan, PPNI merupakan organisasi profesi yang dibentuk sebagai wadah yang menghimpun perawat dan berfungsi sebagai pemersatu, pembina, pengembang, dan pengawas keperawatan di Indonesia. Dalam menjalankan fungsinya sebagai pengembang profesi keperawatan, PPNI telah melaksanakan berbagai kegiatan, termasuk kegiatan ilmiah berupa pelatihan, training of trainer, workshop, dan seminar di tingkat lokal dan nasional pada berbagai cabang ilmu keperawatan.

“Untuk acara konferensi internasional ini lebih bersifat keilmuan yang berbeda dengan raker atau kongres. Karena sebagai organisasi profesi juga harus menunjukkan karakter saintifik sekaligus membedakan PPNI dengan ormas-ormas lain,” ujar Harif.

Dia melanjutkan, konferensi Internasional merupakan strategi membangun dan memperkuat jejaring dengan berbagai pihak secara luas untuk mewujudkan tujuan organisasi sesuai dengan tuntutan global. Di samping itu, konferensi internasional merupakan salah satu sarana untuk mengkomunikasikan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi keperawatan terkini berdasarkan hasil-hasil penelitian dari Indonesia dan dari berbagai negara di dunia.

Tujuan Konferensi, kata Harif, tak lain guna mengembangkan kapasitas keilmuan perawat di Indonesia, membangun dan memperkuat jejaring antar profesi keperawatan dan stakeholder multinasional, serta menyebarluaskan pengalaman dan pengetahuan terkini tentang peningkatan kualitas pelayanan keperawatan.

Sesuai dengan tema yang dibawa, konferensi ‘Quality Improvement of Nursing Services: Issues and Strategies’ meliputi Nursing Education and Research, Nursing Services (Clinical Practices, Clinical Issues), Professional Life (Policy, Career Development, Professional Issues), dan Nursing Management (Reward System, Job Satisfaction).

Harif berharap, kegiatan ini dapat memberikan efek positif bagi perawat-perawat Indonesia, khususnya anggota PPNI. “Dengan adanya saintifik meeting seperti ini diharapkan ada satu stimulasi terhadap peningkatan profesionalisme perawat-perawat Indonesia,” tuturnya.

PPNI merupakan anggota International Council of Nurses (ICN) ke-129 di tingkat dunia dan secara aktif terlibat dalam forum-forum regional ICN seperti Alliance of Asian Nurses Association (AANA) dan Asia Workforce Forum (AWFF). PPNI juga masuk sebagai organisasi profesi dalam pembahasan pertukaran jasa tenaga kesehatan dalam kerangka Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Penyelenggaraan konferensi internasional diharapkan mendatangkan manfaat dalam mengembangkan kapasitas anggota PPNI. “Jumlah anggota PPNI sedikitnya 456.801 orang dengan pertambahan rata-rata 35 ribu sampai 45 ribu per tahun,” ujar Harif.

Konferensi menghadirkan pembicara utama Deputi Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Bidang Koordinasi Peningkatan Kesehatan, dr. Sigit Priohutomo, Ketua Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN), Pelaksana Tugas Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), dan Direktur Jenderal Sumber Daya Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Ali Ghufron Mukti.

Konferensi internasional juga dihadiri 250 orang dari berbagai negara, antara lain Malaysia, Jepang, Arab Saudi, Filipina, dan Kuwait yang terdiri dari praktisi, akademisi, manajer, peneliti, serta mahasiswa dari profesi keperawatan dan profesi kesehatan lainnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA