Tuesday, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Tuesday, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

UMP Tambah Doktor Baru di Bidang Teknik Sipil

Senin 03 Dec 2018 22:22 WIB

Rep: Eko Widiyatno/ Red: Gita Amanda

Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Foto: wordpress.com
Hadirnya doktor baru menguatkan kedudukan UMP mencetak lulusan berkualitas.

REPUBLIKA.CO.ID, PURWOKERTO -- Jumlah dosen berkualifikasi doktor di Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) semakin bertambah. Doktor baru tersebut atas nama Dr Iskahar yang meraih gelar doktor di bidang Teknik Sipil Universitas Diponegoro Semarang.

"Penelitian yang saya lakukan, khusus mengenai masalah penanganan sedimentasi waduk dengan menggunakan model bypass channel atau saluran bypass," jelas Iskahar di kampus UMP, Senin (3/12).

Dia menyebutkan, latar belakang dilakukannya penelitian dalam bidang penanganan sedimentasi waduk, mengingat banyaknya waduk di Tanah Air yang mengalami tingkat sedimentasi cukup tinggi. Kondisi ini, secara tidak langsung mengurangi usia waduk karena daya tampung air yang semakin berkurang.

"Aliran air sungai yang membawa material sedimen menyebabkan daya tampung air waduk menjadi semakin berkurang. Bahkan seringkali sedimen ini menjadi delta atau pulau kecil di bagian hulu waduk," jelasnya.

Untuk mengatasi masalah sedimen ini, dia melakukan penelitian mengenai penanganan endapan sedimen waduk dengan menggunakan sistem bypass channel. Namun dalam penelitian ini, dia lebih menfokuskan penelitian untuk mencari posisi dan dimensi bypass channel yang paling optimal untuk menangani sedimen.

Rektor UMP Dr Syamsuhadi Irsyad, mengaku bangga karena ada salah satu dosennya yang telah menyelesaikan program doktoral di Undip. Hadirnya para doktor baru di UMP, diharapkan akan semakin menguatkan kedudukan UMP dalam mencetak alumni yang berkualitas.

"Semoga dalam waktu selanjutnya akan lahir doktor-doktor baru di UMP, baik yang merupakan alumni perguruan tinggi di dalam negeri maupun di luar negeri," jelasnnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA