Senin, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Senin, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Hari Ini, BNN Kembali Musnahkan Ratusan Kilogram Barbuk

Senin 10 Des 2018 03:44 WIB

Rep: Rahma Sulistya/ Red: Endro Yuwanto

Narkoba (ilustrasi)

Narkoba (ilustrasi)

Foto: Republika/ Yasin Habibi
Ini merupakan pemusnahan ke-13 kali sepanjang 2018.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Narkotika Nasional (BNN) akan melakukan pemusnahan ratusan kilogram barang bukti narkotika yang rencananya dilakukan hari ini, Senin (10/12), di lapangan parkir Gedung BNN Cawang, Jakarta Timur. Aksi ini merupakan pemusnahan ke-13 kali sepanjang 2018.

"Ini pemusnahan barang bukti (barbuk) narkotika yang ke-13 kalinya di sepanjang tahun 2018," kata Kepala Bagian Humas BNN Kombes Sulistiandriyatmoko dalam keterangan tertulisnya, Senin (10/12).

Adapun jumlah barbuk yang dimusnahkan kali ini antara lain, 48.928,16 gram shabu, 33.218 butir ekstasi, dan 229.770,20 gram ganja. Barbuk yang dimusnahkan ini juga terdapat barbuk yang disita dalam kasus penyergapan di Aceh yang dilakukan tim gabungan BNN, Bea Cukai, dan TNI AL.

"Dalam salah satu penyergapan di Aceh yang dilakukan oleh tim gabungan BNN, Bea Cukai dan TNI AL, ada satu tersangka inisal BU yang tertembak oleh aparat karena melakukan perlawanan. Ketika dilakukan penangkapan, yang bersangkutan meninggal ketika dalam perjalanan ke rumah sakit," kata Sulis.

Pemusnahan narkotika dilakukan dengan menggunakan mobil pemusnah bernama incinerator boiler. Narkoba dimusnahkan dengan cara dibakar. Zar berbahaya dalam narkoba yang telah terbakar dalam mobil pemusnah itu secara otomatis juga akan langsung hilang.

Walaupun ada pula pemusnahan yang dilakukan dengan cara mengubah narkoba menjadi bentuk cairan dan cairan itu sudah tidak mengandung bahan berbahaya. Setelah sudah berubah menjadi cairan tidak berbahaya, cairan akan dibuang ke septic tank khusus pembuangan cairan narkoba.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA