Wednesday, 17 Rabiul Akhir 1442 / 02 December 2020

Wednesday, 17 Rabiul Akhir 1442 / 02 December 2020

Hujan Seminggu ke Depan, Sumatra Jawa Berpotensi Banjir

Senin 10 Dec 2018 15:01 WIB

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Indira Rezkisari

Hujan deras/ilustrasi

Hujan deras/ilustrasi

Foto: Flickr
Meningkatnya aliran massa udara dingin dari Asia mempengaruhi hujan di Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan sejumlah daerah telah diguyur hujan selama beberapa hari terakhir. Hujan berpotensi menimbulkan dampak bencana hidrometeorologi seperti genangan, banjir, dan longsor.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Mulyono R Prabowo menjelaskan bahwa beberapa hari terakhir menunjukkan mulai tampak adanya aktivitas aliran massa udara dingin dari Asia (Monsun Dingin Asia) yang signifikan. Sehingga dampaknya mempengaruhi peningkatan curah hujan di wilayah Indonesia.

"Selain itu, seminggu ke depan diprediksi akan adanya aliran massa udara basah yang menjalar dari Barat Samudera Hindia menuju ke wilayah Indonesia bagian Barat yang dikenal dengan fenomena Madden Julian Oscillation (MJO)," kata Prabowo, dalam keterangan resminya, Senin (10/12).

Interaksi kedua fenomena tersebut dan ditambah dengan tingginya aktivitas gangguan tropis, berupa sirkulasi dan pertemuan angin dapat menyebabkan dan meningkatkan potensi terjadinya hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang khususnya di Sumatera dan Jawa. "Selain provinsi di Sumatera dan Jawa diperkirakan Bali dan Kalimantan Barat dan Tengah serta wilayah Maluku juga akan berpotensi terjadi hujan lebat pada periode ini," ujar Prabowo.

Kondisi ini dapat menyebabkan terjadinya potensi hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang di beberapa wilayah Indonesia dalam periode seminggu ke depan (10 – 16 Desember 2018), antara lain:
- Aceh
- Sumatra Utara
- Sumatra Barat
- Riau
- Jambi
- Bengkulu
- Sumatera Selatan
- Lampung
- Banten
- DKI Jakarta
- Jawa Barat
- Jawa Tengah
- DI Yogyakarta
- Jawa Timur

Sedangkan potensi gelombang tinggi 2,5 hingga 4 meter diperkirakan terjadi di Perairan Utara Kep. Natuna, Perairan Barat Kep. Simeulue hingga Mentawai, Perairan Bengkulu – Enggano, Perairan Barat Lampung, Samudera Hindia Selatan Jawa hingga Lombok.

Lebih lanjut, ia mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak lanjutan yang dapat ditimbulkan kondisi cuaca tersebut seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang dan jalan licin.



BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA