Tuesday, 26 Jumadil Awwal 1441 / 21 January 2020

Tuesday, 26 Jumadil Awwal 1441 / 21 January 2020

Polda Papua: TNI-Polri Lakukan Serangan Udara di Nduga Hoaks

Senin 10 Dec 2018 17:19 WIB

Rep: Arif Satrio Nugroho/ Red: Bayu Hermawan

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Ahmad Musthofa Kamal.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Ahmad Musthofa Kamal.

Foto: Antara
Polda membantah ada operasi militer saat evakuasi korban pembunuhan KKB.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepolisian Daerah (Polda) Papua membantah adanya serangan udara dan pengeboman yang dilakukan TNI-Polri saat proses evakuasi korban pembunuhan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Kabupaten Nduga. Polda Papua mengimbau, masyarakat tidak mudah percaya terhadap kabar-kabar yang tidak sesuai fakta.

"Tidak ada serangan udara atau pengeboman yang dilakukan di Kabupaten Nduga, helikopter yang digunakan adalah untuk mengevakuasi korban selamat dan meninggal dunia yang ditemukan," kata Kepala Bidang Humas Polda Papua Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal, Senin (10/12).

Terkait berita adanya enam warga yang jadi korban pun, kata Kamal, tidak benar. Jika ada orang yang menyampaikan seperti itu maka, kata Kamal, patut diduga mereka bagian dari KKB.

Proses penegakan hukum, kata Kamal, terhadap KKB. Aparat gabungan TNI dan Polri mengharapkan para tokoh dan elemen masyarakat membantu upaya yang dilakukan oleh TNI/ Polri dan jangan semakin memperkeruh situasi yang ada dengan membuat pernyataan-pernyataan yang tidak ada faktanya.

Kamal mengimbau kepada legislator dan seluruh elemen masyarakat untuk tidak  berbicara sebelum mengetahui fakta yang sebenarnya yang dapat menimbulkan keresahan di masyarakat, hal ini dapat dikenakan Undang-Undang IT.

Kamal juga menambahkan, tindakan yang dilakukan oleh KKB Di Nduga adalah tindakan kejahatan murni yang menghilangkan nyawa orang lain, sehingga harus diselesaikan melalui jalur penegakan hukum. "Bukan operasi militer," ujar Kamal.

Kamal menambahkan, sampai saat ini, tim gabungan Polri dan TNI masih terus melakukan pengejaran terhadap kelompok bersenjata dan hal tersebut mendapat dukungan dari masyarakat setempat, tidak ada penderitaan yang dirasakan oleh masyarakat di Kabupaten Nduga, bahkan mereka membantu aparat TNI dan Polri di sana.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA