Wednesday, 23 Rabiul Awwal 1441 / 20 November 2019

Wednesday, 23 Rabiul Awwal 1441 / 20 November 2019

Kubu Prabowo Minta KPU Buka Akses Parpol untuk Cek DPT

Selasa 11 Dec 2018 17:09 WIB

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Ratna Puspita

Ketua DPP Partai Gerindra, Ahmad Riza Patria

Ketua DPP Partai Gerindra, Ahmad Riza Patria

Foto: Republika TV/Havid Al Vizki
Riza mengakui KPU belum mengizinkan untuk membuka akses parpol untuk cek DPT.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria meminta penyelenggara Pemilu Serentak 2019 agar melibatkan partai politik pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam proses penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT). Mereka ingin Komisi Pemilihan Umum (KPU) membuka akses data sehingga seluruh parpol bisa mengecek kebenaran DPT.

Baca Juga

"Kami meminta diberi kesempatan mencermati bersama-sama KPU terkait DPT ini. Sehingga kita semua partai atau tim kampanye masing-masing calon diberi akses mengecek kebenaran dan kepastian daripada DPT," kata dia kepada Republika.co.id, Selasa (11/12).

Namun, Riza mengakui KPU belum mengizinkannya. Menurutnya, KPU akan mengeluarkan keputusan terkait permintaan mereka dalam beberapa hari ini.

Ia memahami, data tersebut tentu tidak boleh dibawa keluar sehingga timnya pun bersedia mengakses data hanya saat di kantor KPU. "Supaya partai-partai itu bisa mengakses data untuk mengecek, memastikan konstituennya, anggotanya, pendukungnya, masyarakat dan seluruh Warga Negara Indonesia, itu terdaftar (dalam DPT). Jangan sampai nanti enggak terdaftar," kata anggota DPR yang duduk di komisi II ini.

Riza menyadari, perwakilan dari parpol mendapat kesempatan untuk menghadiri rapat pleno terkait DPT di daerah-daerah. Namun, itu saja belum cukup karena dalam kondisi tersebut parpol hanya menerima hasil rekapitulasi dari petugas KPU.

"Ya belum (cukup). Kan di rapat pleno itu hanya menyepakati doang rekapnya. Kita kan bukan butuh rekapnya, tapi isinya. Kalau rekapnya kan kita enggak tahu isinya, kita mau lihat isinya. Untuk bisa melihat isinya itu diberi akses bersama KPU, ya sama-sama," tutur dia.

Jika KPU memenuhi permintaan kubu Prabowo-Sandi, lanjut Riza, ahli-ahli teknologi informasi akan dihadirkan untuk memeriksa kebenaran DPT. Ahli tersebut kalau perlu tidak diperkenankan membawa alat komunikasi seperti ponsel bila ada kekhawatiran data tersebut bocor.

"Kami bisa buka dengan software. Ada teknologinya untuk mengecek itu. Asal diberi kesempatan mengakses. Yang penting data itu tidak dibawa keluar. Kalau perlu enggak usah bawa handphone juga enggak apa-apa, hanya petugas-petugas kami saja," ucapnya.

Sejumlah elite parpol pendukung Prabowo-Sandi mendatangi KPU dan Bawaslu RI pada Senin (10/12) kemarin. Di antaranya, Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan, Sekjen Partai Berkarya Priyo Budi Santoso dan Ketua DPP Gerindra Ahmad Riza Patria.

Dalam pertemuan itu, mereka menyoroti persoalan DPT menjelang hari penetapannya pada 16 Desember nanti. Hinca mengungkapkan keheranannya soal 31 juta data pemilih yang belum masuk ke dalam DPT. Persoalan ini bagi mereka serius dan harus segera diselesaikan agar Pemilu 2019 bisa berjalan tanpa kecurangan.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA