Tuesday, 1 Rajab 1441 / 25 February 2020

Tuesday, 1 Rajab 1441 / 25 February 2020

Legislator Setuju Fungsi Giant Sea Wall Dikembangkan

Kamis 13 Dec 2018 03:21 WIB

Red: Bayu Hermawan

Suasana pembangunan proyek tanggul laut yang masih dalam penyelesaian di Kawasan Muara Baru, Jakarta, Kamis (1/2).

Suasana pembangunan proyek tanggul laut yang masih dalam penyelesaian di Kawasan Muara Baru, Jakarta, Kamis (1/2).

Foto: Republika/Mahmud Muhyidin
Legislator setuju pembangunan giant sea wall dilakukan pemerintah pusat.

REPUBLIKA.CO.ID, Jakarta - Anggota DPRD DKI Fraksi PPP, Abdul Aziz menyarankan Gubernur DKI Anies Baswedan lebih baik fokus membangun Stadion BMW daripada meributkan proyek giant sea wall. Menurut dia, proyek tanggul pantai biar pemerintah pusat.

“Oh iya lebih baik diambil pusat aja, ini kan proyek nasional. Saran saya sih Anies mendingan lebih fokus bangun Stadion Jakarta, enak dia. Persija menang ya harus bangun stadion lah, giant sea wall biarkan saja serahkan ke pusat,” kata Aziz kepada wartawan, Rabu (12/12/2018).

Seperti diketahui, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus mempersiapkan pembangunan National Capital Integrated Coastal Development (NCICD), yang merupakan pengembangan dari giant sea wall. Untuk itu, Aziz setuju jika pembangunan diambil alih oleh pemerintah pusat, sehingga giant sea wall bisa mempunyai lebih banyak fungsi.

"Saya pribadi sepakat fungsinya lebih banyak, bukan cuma tanggul aja. Seperti di negara mana lain, ada bendungan tapi di atasnya dipakai untuk jalan. Dengan begitu juga bisa berfungsi mengurai kemacetan," ujarnya.

Untuk diketahui, Gubernur DKI Anies Baswedan menilai proyek pembangunan tanggul laut raksasa atau Giant Sea Wall di utara Jakarta harus dipertimbangkan ulang. Menurut dia, Jakarta butuh pembangunan tanggul pantai.

Anies mengatakan tanggul pantai dibutuhkan mengingat tanah di Jakarta mengalami penurunan dan permukaan air laut mengalami naik turun. Maka, ini dibutuhkan untuk mencegah rob sehingga tanggul di pesisir itu sangat perlu.

"Tanggul yang luas di depan sana greatest sea wall itu yang perlu dipertimbangkan ulang. Mengapa? Karena justru dengan air yang muncul dari daratan begitu banyak ke pesisir," ujarnya.

Baca juga: Giant Sea Wall Dinilai Solusi Tepat Atasi Banjir Rob

Sementara Staf Khusus Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Bidang Air dan Sumber Daya Air, Firdaus Ali mengatakan sekarang giant sea wall dikembangkan menjadi NCICD. Menurut dia, proyek giant sea wall tetap berjalan tapi sekarang kendali dibawah pemerintah pusat yakni Kementerian PUPR.

Firdaus menjelaskan NCICD pengembangan lebih terpadu dari giant sea wall. Karena giant sea wall hanya membangun tanggul saja, tapi NCICD akan mengkaitkan tanggul dengan pengembangan kawasan dan wilayah.

Misalkan, Firdaus mencontohkan dari Cikarang, Bekasi nanti bisa melalui pinggir pantai yang dibangun tanggul itu sampai ke daerah Banten. Sehingga, beban transportasi terutama truk-truk kendaraan berat itu tidak lagi masuk ke dalam kota termasuk Priok.

"Intinya sama tapi lebih dikembangkan, kalau cuma giant sea wall itu gunanya bikin tanggul saja. Tapi kalau ini (NCICD) kan tidak, di atas tanggul itu akan ada macam-macam nanti, ada tanggul baru, ada jalur kereta api, ada jalan tol, ada perumahan nelayan, penampungan nelayan," katanya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA