Friday, 29 Jumadil Awwal 1441 / 24 January 2020

Friday, 29 Jumadil Awwal 1441 / 24 January 2020

Selama Nataru, Proyek di Tol Jakarta-Cikampek Dihentikan

Kamis 13 Dec 2018 17:56 WIB

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Friska Yolanda

Sejumlah kendaraan melintas di area proyek pembangunan Tol Layang Jakarta-Cikampek II dan Jalur kereta api ringan atau Light Rail Transit (LRT) Jabodebek di ruas Tol Jakarta Cikampek, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (4/12).

Sejumlah kendaraan melintas di area proyek pembangunan Tol Layang Jakarta-Cikampek II dan Jalur kereta api ringan atau Light Rail Transit (LRT) Jabodebek di ruas Tol Jakarta Cikampek, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (4/12).

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Tiga proyek dihentikan sampai 1 Januari 2019.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah saat ini sudah melakukan persiapan untuk menghadapi masa angkutan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019. Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodebek (BPJT) Bambang Prihartono mengatakan akan menghentikan sementara pengerjaan proyek di Tol Jakarta-Cikampek (Jakpek). 

Bambang mengatakan penghentian sementara pengerjaan proyek di Tol Jakpek dilakukan mulai 18 Desember 2017. "Kami menghentikan proyek di lapangan (Tol Jakpek) untuk tiga proyek sampai 1 Januari 2019," kata Bambang di Gedung Kementerian Perhubungan, Kamis (13/12). 

Dia mengatakan proyek-proyek yang dihentikan sementara yaitu Tol Layang Jakarta-Cikampek II, Kereta Cepat Jakarta-Bandung, kereta ringan atau light rail transit (LRT), flyover, dan rehabilitasi jalan. Meskipun pengerjaan proyek dihentikan, Bambang mengatakan upaya tersebut tidak bisa berlangsung lebih lama. Sebab, kata dia, proyek Tol Layang Jakarta-Cikampek II juga harus diselesaikan karena digunakan untuk akses mudik Lebaran 2019. 

Begitu juga dengan proyek lainnya yaitu LRT yang juga harus diselesaikan karena pertengahan 2019 harus dioperasikan. "Makanya (penghentian proyek) hanya sampai 1 Januari 2019 karena kalau lebih akan mundur dari target yang ada," tutur Bambang. 

Sementara itu, Bambang menuturkan rekayasa lalu lintas dari Jakarta dan Bandung uga dipastikan akan terjadi kepadatan saat masa angkutan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019. Sehingga nantinya, dimungkinkan pada masa angkutan tersebut akan dilakukan rekayasa lalu lintas satu arah menuju Cikampek. 

"Jadi nanti rekayasanya setelah Tahun Baru 2019 ke arah Jakarta semua. Itu mungkin akan dilakukan contra flow," tutur Bambang. 

Untuk efektivitas pengurangan kemacetan, Bambang mengacu kepada waktu tempuh kendaraan. Saat ini Jakarta-Bandung menurutnya sudah membutuhkan waktu tiga jam tetapi tidak dengan kendala sehingga waktu tempuh tersebut tidak akan terganggu. Bambang memastikan pihaknya akan menguji coba apakah pekan depan jarak Jakarta-Bandung masih bisa dilalui dengan waktu tempuh tiga jam.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA