Monday, 23 Jumadil Akhir 1441 / 17 February 2020

Monday, 23 Jumadil Akhir 1441 / 17 February 2020

Jelang Natal, Harga Bahan Pangan di Bandung Stabil

Kamis 13 Dec 2018 22:18 WIB

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Dwi Murdaningsih

Sembako

Sembako

Foto: Republika/Aditya Pradana Putra
Harga-harga di pasar relatif wajar.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Menjelang hari Natal dan Tahun Baru, Tim Satgas Pangan Jawa Barat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Kosambi Bandung, Kamis (13/12). Menurut Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat Iwa Karniwa, hasil sidak tersebut menunjukkan bahwa harga bahan pangan pokok masih stabil.

Tidak ada kenaikan harga yang signifikan. Beras kualitas premium masih berkisar di harga Rp 12.000 per kilogram. Begitu pula dengan gula halus, masih stabil Rp 12.000 rupiah per kilogram. Sedangkan telur ayam naik seribu rupiah menjadi 25.000 rupiah per kilogramnya.

Menurut Iwa, berdasarkan hasil temuan tersebut, ia mengimbau agar masyarakat tidak perlu panik terkait harga pangan maupun stoknya. Pemprov Jabar, akan terus memonitor perkembangan kebutuhan pangan baik dari produsen, distributor hingga sampai pada konsumen.

"Kepada seluruh masyarakat Jabar, tenang, beli (bahan pangan pokok) sesuai kebutuhan, tidak perlu panik," kata Iwa.

Iwa menegaskan, harga-harga di pasar relatif wajar. Pemerintah provinsi akan terus memonitor, baik itu dari produsen maupun juga distribusi dan konsumen. Dari sisi stok, menurut Iwa juga ketersediaan pangan pun masih mencukupi. Kalau pun ada kenaikan harga dan kelangkaan barang, pihaknya akan menopangnya dengan suplai tambahan.

"Contohnya, permintaan jagung yang cenderung meningkat di pasaran, kami sudah menyiapkan suplai melalui kerja sama dengan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) dan beberapa instansi lainnya," katanya.

Sementara menurut Kapolda Jabar Agung Budi Maryoto yang memimpin Sidak ini,  terkait harga telur yang naik seribu rupiah, tim Satgas akan menelusuri dari distributornya. Polda pun, siap mengambil langkah penyelidikan jika ada indikasi manipulasi dan praktik monopoli.

"Kalau memang itu karena mekanisme pasar, maka tidak masalah. Tapi kalau ada indikasi manipulasi, monopoli, maka kita akan melakukan langkah penyelidikan," kata Agung.

Agung juga memaparkan, hasil pengecekan beberapa sampel acak pada daging ayam, daging sapi, ikan, beras dan bakso di Pasar Kosambi ini tidak ditemukan pangan dengan campuran bahan kimia berbahaya.

"Saya tegaskan, tim satgas pangan provinsi nanti dibantu oleh TNI terus monitor. Seperti tahun kemarin, Alhamdulillah Jawa Barat semuanya tersedia (stok aman), bebas dari racun-racun (bahan kimia berbahaya), dan harganya masih dalam batas normal," katanya.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA