Thursday, 16 Sya'ban 1441 / 09 April 2020

Thursday, 16 Sya'ban 1441 / 09 April 2020

Kebun Raya Bogor Ditutup Sementara

Senin 17 Dec 2018 14:19 WIB

Rep: Imas Damayanti/ Red: Nur Aini

Warga berwisata ke Kebun Raya Bogor, Jawa Barat, Sabtu (23/12).

Warga berwisata ke Kebun Raya Bogor, Jawa Barat, Sabtu (23/12).

Foto: Republika/Mahmud Muhyidin
Penutupan sementara Kebun Raya Bogor untuk mengantisipasi dampak angin kencang.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR – Manajemen Kebun Raya Bogor menutup kunjungan untuk sementara waktu terkait adanya angin kencang yang melanda Kota Bogor dalam beberapa waktu terakhir. Kepala Bagian Humas Kebun Raya Bogor, Ayi Doni Darussalam, menjelaskan, penutupan Kebun Raya Bogor dilakukan sebagai langkah antisipasi dari hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kami memang memiliki tim khusus yang melakukan antisipasi. Seperti melakukan pengecekan berkala kepada setiap tanaman,” kata Doni kepada Republika.co.id, Senin (17/12).

Menurut dia, setiap tanaman di Kebun Raya Bogor memiliki profil atau identitas berbeda. Mulai dari identitas jenis tanaman, masa tanam, usia, hingga prediksi kapan tanaman tersebut akan masuk masa kematian. Pada tanaman-tanaman yang berpotensi tumbang secara mendadak, pihaknya mengaku telah melakukan antisipasi dengan cara memasang profil tanaman dan memberikan sosialisasi kepada pengunjung agar tidak mendekat atau melintas di tanaman yang dimaksud.

photo
Warga berwisata ke Kebun Raya Bogor, Jawa Barat, Sabtu (23/12).

Ia menjelaskan selain melakukan penutupan, antisipasi juga dilakukan dengan beberapa cara yang sesuai dengan standar operasional yang diterapkan Kebun Raya Bogor dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Antisipasi dapat berupa pemangkasan dahan tanaman, pembersihan ranting, dan meneliti kesehatan tanaman secara berkala dengan alat khusus yang dapat mengetahui kondisi isi tanaman tersebut. “Di Kebun Raya banyak pepohonan yang usianya sudah cukup tua. Ada yang berusia 50 tahun, ada juga yang usianya di atas 100 tahun,” kata Doni.

Pihaknya mengaku tidak berorientasi pada pemasukan finansial dengan diberlakukan penutupan kunjungan secara umum. Pasalnya, menurut dia, Kebun Raya Bogor mengutamakan kenyamanan dan keamanan kepada pengunjung yang datang.

Sebelum penutupan kali ini dilakukan, ia menyebut Kebun Raya Bogor pernah melakukan penutupan kunjungan untuk umum akibat hujan deras yang melanda Kota Bogor. Doni menjelaskan bagi pengunjung kolektif yang terlanjur memesan tiket, calon pengunjung tersebut akan diarahkan ke Museum Zoologi sehingga kunjungan mereka tidak berlaku sia-sia. “Kalau kondisi sudah dirasa aman, cuaca sudah bagus, (Kebun Raya Bogor) akan kita buka lagi untuk umum,” katanya.

Sementara itu, Kepala Stasiun Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Boedi Suhardi, menjelaskan, angin kencang yang terjadi di wilayah Bogor dalam beberapa waktu terakhir umumnya disertai dengan hujan deras. Menurutnya dari pantauan cuaca pada (17/12) yang dilakukan BMKG Bogor, angin bertiup dari arah selatan hingga barat daya dengan kecepatan 05-20 kilometer/jam.

“Pada kecepatan seperti itu, angin tersebut masuk ke dalam kriteria angin ekstream,” kata Boedi.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA