Thursday, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Thursday, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Soal Perusakan Atribut Demokrat, OSO: Jangan Asal Menuduh

Senin 17 Dec 2018 21:58 WIB

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Bayu Hermawan

Oesman Sapta Odang

Oesman Sapta Odang

Foto: Republika/Iman Firmansyah
OSO menyesalkan perusakan atribut Partai Demokrat di Riau.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta (OSO) menyesalkan aksi perusakan terhadap bendera dan spanduk partai demokrat . Menurutnya, aksi perusakan yang terjadi saat Partai Demokrat tengah menyelenggarakan kegiatan di Riau, pada Sabtu (15/12) itu tidak dapat dibenarkan.

"Perusakan itu enggak benar. Enggak boleh," ujar Oesman Sapta di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (17/12).

Oso pun berharap pengusutan kasus perusakan tersebut harus jelas. Hal ini agar tidak terjadi tuduhan-tuduhan tidak berdasar ke partai tertentu. Oso menegaskan, setiap tuduhan harus disertai bukti yang jelas.

"Harus ada buktinya. Kalau enggak ya enggak boleh dong nuduh-nuduh. Kalau menuduh ada bukti nggak apa-apa, tapi jangan menuduh tapi enggak ada bukti. Itu namanya fitnah," ujar Dewan Penasihat Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf tersebut.

Sebelumnya, Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief, lewat 'kicauannya' di Twitter menyebut, pengurus DPC Demokrat telah menangkap pelaku perusakan atribut partainya. "Keterangan pelaku perusakan yang ditangkap DPC Demokrat malam tadi menyebut dia disuruh pengurus PDIP," kata Andi.

Andi juga menyebut perusak atribut Partai Demokrat di Riau punya kemampuan mengelabui dan menembus batas keamanan standar siaga satu kunjungan Presiden. Hal itu menurutnya wajar jika polisi tidak mengendus kejadian tersebut.

Namun Sekretaris Jendral Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto mengecam perusakan atribut kampanye partai politik di Indonesia. Dia menegaskan, insiden perusakan atribut Partai Demokrat di Riau, Pekanbaru bukan dilakukan oleh kader PDIP.

"Kami ini Partai yang berdisiplin jadi kami pastikan tidak ada anggota kami yang punya perilaku seperti itu, karena sanksinya sangat tegas dan berat, pemecatan," kata Hasto, Sabtu (15/12).

Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) pemenangan pasangan nomor urut 01 ini meminta aparat penegak hukum untuk bertindak tegas dan tuntas. Pada saat yang bersamaan, dia juga mengajak seluruh elemen untuk memerangi bersama para penyusup yang mencoba mengadu domba partai.

"PDIP mengutuk keras berbagai provokasi yang menganggu jalannya tahapan pemilu termasuk cara-cara kotor dengan merusak atribut kampanye Parpol lain," kata Hasto


BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA