Saturday, 22 Muharram 1441 / 21 September 2019

Saturday, 22 Muharram 1441 / 21 September 2019

Ini Dugaan Awal Polda Jatim Usai Gelar Perkara Jalan Ambles

Kamis 20 Dec 2018 10:11 WIB

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Andri Saubani

Foto aerial kondisi tanah ambles di Jalan Raya Gubeng, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (19/12/2018). Jalan raya tersebut ambles sedalam sekitar 20 meter dengan lebar 30 meter pada Selasa (18/12/2018) malam diduga karena proyek pembangunan gedung di sekitar lokasi.

Foto aerial kondisi tanah ambles di Jalan Raya Gubeng, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (19/12/2018). Jalan raya tersebut ambles sedalam sekitar 20 meter dengan lebar 30 meter pada Selasa (18/12/2018) malam diduga karena proyek pembangunan gedung di sekitar lokasi.

Foto: Antara
Jalan Raya Gubeng Surabaya ambles pada Selasa (18/12) malam.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Kapolda Jawa Timur (Jatim) Inspektur Jenderal Polisi Luki Hermawan mengungkapkan, hingga saat ini pihaknya sudah memeriksa 34 orang saksi terkait amblesnya Jalan Raya Gubeng Surabaya. Dari hasil pemeriksaan dan olah TKP yang dilakukan tim dari Polda Jatim, Labfor, maupun Mabes Polri, dugaan kuat amblesnya jalan tersebut adalah karena adanya kesalahan teknis pada proyek prluasan RS Siloam.

"Hasil gelar semalam, dan hasil olah TKP yang dilakukan oleh tim, kami sudah memutuskan terkait amblesnya Jalan Raya Gubeng ini dugaan kuat kami ada kesalahan teknis yaitu akibat dari pembangunan yang dilakukan oleh Rumah Sakit S, yang mana membangun tiga lantai basement," kata Luki di lokasi kejadian, Kamis (20/12).

Luki mengungkapkan, 34 saksi yang diperiksa itu terdiri dari berbagai profesi, termasuk karyawan PT Nusantara Konstruksi Engineering (NKE), dan rumah sakit. Diakuinya, dari hasil pemeriksaan, beberapa keterangan-keterangan mengarah pada kesalahan teknis pada proyek prluasan RS Siloam, sebagai penyebab amblesnya jalan.

"Makanya itu kami berani katakan ada dugaan kuat ada kesalahan teknis yang mengakibatkan amblesnya tanah karena ada pengerjaan basement ke bawah," ujar Luki.

Luki mengatakan, saat ini pihaknya masih mendalami beberapa Undang-Undang terkait masalah bangunan dan konstruksi yang bisa berkaitan dengan pelanggaran penyebab amblesnya jalan tersebut. Namun, kata dia, yang tidak kalah pentingnya saat ini adalah melakukan perbaikan fungsi jalan dan trotoar yang ambles tersebut.

"Yang penting ini kita akan menyelematakan dua gedung, yaitu BNI dan Elizabet. Dann yang paling penting, mengembalikan fungsi jalan raya dan trotoar. Ini dalam waktu singkat akan dilakukan," kata Luki.

RS Siloam telah memberikan tanggapan melalui siaran tertulis, terkait amblesnya Jalan Raya Gubeng Surabaya yang disebut-sebut terkait proyek perluasan rumah sakit tersebut. General Affair Manager RS Siloam Surabaya Budijanto Surjowinoto menjelaskan, memang di lokasi tersebut tengah dilangsungkan pembangunan sarana ritel dan sarana kesehatan oleh pemilik proyek.

Pemilik proyek, kata Budijanto, telah menyerahkan pelaksanaan proyek sepenuhnya kepada kontraktor, yaitu PT Nusantara Konstruksi Engineering (NKE). "Dalam hal tersebut, Rumah Sakit Siloam Surabaya nantinya hanya sebagai pengguna atau penyewa pada saat bangunan sudah selesai," ujar Budijanto melalui siaran tertulisnya, Rabu (19/12).

Seperti diberitakan sebelumnya, Jalan Raya Gubeng, Surabaya, tepatnya di sekitar gedung RS Siloam ambles sedalam kurang lebih 10 meter pada Selasa (19/12) malam. Amblesnya jalan tersebut menyisakan lubang yang menganga dengan panjang kurang lebih 30 meter, dan lebar kurang lebih 15 meter.

[Video] Situasi Jalan Raya Gubeng Ambles

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA