Monday, 22 Safar 1441 / 21 October 2019

Monday, 22 Safar 1441 / 21 October 2019

Kemenhub Siapkan 642 Penerbangan Selama Libur Nataru

Jumat 21 Dec 2018 06:59 WIB

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Friska Yolanda

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi melakukan ramp check jelang liburan Natal dan Tahun Baru di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Sabtu (15/12). Istimewa.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi melakukan ramp check jelang liburan Natal dan Tahun Baru di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Sabtu (15/12). Istimewa.

Foto: Dok
Puncak arus mudik diprediksi pada 22 Desember.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan, sebanyak 554 pesawat udara disiapkan selama masa mudik Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2018-2019. Seluruh armada itu dari 13 Badan Usaha Angkutan Udara (BUAU).

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Perhubungan Kemenhub Polana B Pramesti menyebutkan, Garuda Indonesia menjadi BUAU terbanyak yang menyediakan armadanya, yakni sebanyak 137 unit. Disusul Lion Air sebanyak 116 unit. 

Polana menjelaskan, untuk extra flight, ada 513 FA (Flight Approval) dengan total seat mencapai 73 ribu khusus penerbangan domestik. Sedangkan pada penerbangan internasional terdapat 129 FA dengan total kursi 35 ribu lebih. 

"Jadi total secara keseluruhan ada 642 FA. Dengan seat tambahan sekitar 108 ribu," ujar Polana di Jakarta, Kamis, (20/12).

Selama masa mudik Nataru ini, Kemenhub juga memantau bandara, meliputi 36 lokasi penerbangan domestik dan 7 lokasi internasional. "Monitoring kegiatan sudah dimulai sejak hari ini, 20 Desember 2018 sampai 6 Januari 2018 mendatang," tambahnya. 

Kementerian memprediksi puncak arus mudik jatuh pada 22 Desember 2018. Kemudian Puncak arus balik pada 6 Januari mendatang. 

Direktur Kelaikudaraan dan Pengoperasian Air Lift Avrianto menambahkan, fokus utama untuk masa mudik Nataru yakni keamanan serta kenyamanan penumpang. Maka, ramp check telah dilakukan terhadap 455 pesawat dengan total registrasi 312. 

"Di sini ada pengulangan pemeriksaan, sehingga kita benar-benar lakukan inspeksi cukup ketat dan berulang kali. Tujuannya supaya mendapat kepercayaan dan masa Nataru tetap aman dan nyaman dalam pelaksanaannya," tutur Avrianto pada kesempatan serupa. 

Ia pun mengaku turut memantau kesiapan awak pesawat, baik yang terlibat di kabin maupun kokpit. "Kita selalu berhubungan dengan Airnav, karena ada penerbangan ekstra," tambahnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA