Rabu, 23 Rabiul Awwal 1441 / 20 November 2019

Rabu, 23 Rabiul Awwal 1441 / 20 November 2019

Harga Sembako di Sleman Mulai Naik

Jumat 21 Des 2018 16:31 WIB

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Fernan Rahadi

 Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun, saat memimpin pemantauan  harga sembako di Pasar Gamping, Jumat (21/12).

Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun, saat memimpin pemantauan harga sembako di Pasar Gamping, Jumat (21/12).

Foto: dok. Pemkab Sleman
Salah satu yang menunjukkan kenaikan harga adalah ikan.

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Pemkab Sleman kembali melakukan pantauan harga. Setelah Pasar Pakem, distributor beras Sanggar Tani Desa Umbulmartani, peternakan ayam petelur Rosa Farm Desa Candibinangun, kali ini pantauan dilakukan di Pasar Gamping.

Pantauan ini dipimpin Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun. Walau menemukan beberapa kenaikan harga, baik dari pantauan kali ini maupun pada satu hari sebelumnya, Sri merasa kenaikan masih di batas wajar.

Ia melihat, salah satu yang menunjukkan kenaikan harga adalah ikan. Sri berpendapat, kenaikan harga ikan dipicu faktor cuaca yang menyebabkan ikan lebih susah didapatkan.

Tapi, ia menekankan, kenaikan ini bukan dipicu masa liburan, dan lebih karena DIY sudah memasuki musim hujan. Terlebih, ombak di sekitar perairan selatan cukup besar, sehingga harga ikan relatif naik.

Untuk itu, Sri mengimbau masyarakat tidak perlu khawatir atas ketersediaan sembako selama masa liburan. Ia memprediksi, ketersediaan pasokan sembako ada di kondisi yang aman hingga akhir tahun.

"Harapan saya ya tidak naik lagi harganya, sekian saja jangan naik-naik terus, dan ini menurut saya kenaikannya masih wajar," kata Sri di Pasar Gamping, Jumat (21/12).

Pada kesempatan ini, antauan harga sembako trut didampingi Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) DIY. Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi BPOM DIY, Diah Tjahjonowati mentuurkan, pihaknya telah mengambil sembilan sampel makanan.

Sampel itu hendak diperiksa apakah mengandung bahan berbahaya atau tidak. Ia mengungkapkan, semua sampel yang diperiksa menunjukkan hasil yang negatif dari kandungan bahan-bahan berbahaya.

Untuk itu, ia berharap para penjual makanan yang ada di Kabupaten Sleman maupun DIY berkomitmen menjual panganan yang aman dikonsumsi. Selain itu, pemerintah diharapkan terus melakukan komunikasi dan mengawasi makanan di pasar-pasar.

"Selain itu, konsumen juga harus cerdas, hati-hati dalam membeli," ujar Diah.

Sebelumnya, pantauan harga yang dilakukan Pemkab Sleman dan Pemda DIY turut menemukan sejumlah kenaikan harga. Pemantauan turut dilakukan demi menengok pasokan sembako yang ada di pasar-pasar.

Kepala Biro Administrasi Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda DIY, Sugeng Purwanto menuturkan, pantauan dilakukan memang untuk memastikan harga sembako di pasaran masih berada di kisaran yang wajar.

Ia menilai, dari pantauan yang dilakukan tidak terjadi kenaikan harga sembako yang signifikan. Sugeng menekankan, pemerintah akan mengusahakan penambahan pasokan ketika ditemukan peningkatan permintaan.

"Ketika ada permintaan, kemudian distribusinya ada, harapan kami harga dapat dipertahankan di posisi yang normal," kata Sugeng.

Untuk distribusi di pasar-pasar, Kepala Bagian Perekonomian Setda Sleman, Emmy Retnosasi, mengaku miliki prediksi positif. Ia memperkirakan, pasokan sembako masih akan aman hingga masa libur akhir tahun berakhir.

Dari pantauan sendiri, ia melihat pasokan dan distribusi sembako masih cukup lancar. Karenanya, selain pasokan, Emmy meyakini harga sembako akan bertahan pada posisi yang cukup stabil. "Saya optimistis harga akan tetap stabil," ujar Emmy. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA