Minggu, 24 Zulhijjah 1440 / 25 Agustus 2019

Minggu, 24 Zulhijjah 1440 / 25 Agustus 2019

Dedi Mulyadi Yakin TGB Mampu Dongkrak Suara Golkar

Jumat 21 Des 2018 16:38 WIB

Rep: Ita Nina Winarsih/ Red: Agus Yulianto

Ketua DPD Golkar Jabar, Dedi Mulyadi, menyambut baik masuknya Muhammad Zainul Majdi atau akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) ke Partai Golkar.

Ketua DPD Golkar Jabar, Dedi Mulyadi, menyambut baik masuknya Muhammad Zainul Majdi atau akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) ke Partai Golkar.

Foto: Foto: Ita Nina Winarsih/Republika
Kehadiran TGB ini bisa membawa pada perolehan suara ke arah lebih baik.

REPUBLIKA.CO.ID, PURWAKARTA -- Ketua DPD Golkar Jabar, Dedi Mulyadi, menyambut baik masuknya Muhammad Zainul Majdi atau akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) ke Partai Golkar. Pasalnya, mantan Gubernur NTB ini dipastikan bisa membawa angin segar bagi partai berlambang pohon beringin ini. Bahkan, kehadiran TGB ini bisa membawa pada perolehan suara ke arah lebih baik lagi di Pemilu 2019 mendatang.

"Iya, tadi malam saya sudah bertemu dengan Pak TGB di Jakarta, di acara Golkar. Sudah resmi Pak TGB bergabung dengan kita," ujar Dedi, usai pelaksanaan Shalat Jumat di Tajug Gede Cilodong, Jumat (21/12).

Menurut Dedi, kehadiran TGB ini pasti membawa suara untuk Golkar. Minimalnya, ada suara dari isteri serta anak-anaknya. Tetapi, satu hal yang membuat Golkar diuntungkan dengan kehadiran TGB ini, karena politisi ini merupakan mantan Gubernur NTB. Serta, merupalan ulama yang cukup terkenal di daerahnya.

Dengan kedua unsur ini, lanjut Dedi, jelas TGB akan mendongkrak popularitas dan suara bagi Golkar. Karena itu, dirinya sebagai kader partai ini sangat menyambut baik dengan kehadiran mantan orang nomor satu di NTB tersebut.

Bahkan, sebagai Ketua DKM Tajug Gede Cilodong, Dedi akan mengagendakan TGB untuk jadi khatib di masjid yang terbesar di Purwakarta itu. Selain itu, TGB juga dijadwalkan mengisi cerama di acara pengajian yang diselenggarakan sebelum shalat Jumat.

"Nanti, kita akan meminta Pak TGB untuk jadi khotib dan penceramah pengajian. Khusus untuk khatib, Pak TGB diminta menggunakan bahasa asli NTB," ujar Dedi.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA