Tuesday, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Tuesday, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Ganjar Meminta Petugas Tol Trans-Jawa tak Lengah

Jumat 21 Dec 2018 17:09 WIB

Rep: Bowo Pribadi/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Presiden Joko Widodo (kedua kiri) didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo (kedua kanan), Menteri BUMN Rini Soemarno (kanan) dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kiri) berfoto bersama usai meresmikan pengoperasian tujuh ruas jalan tol Trans Jawa di Jembatan Kalikuto, Kendal, Jawa Tengah, Kamis (20/12/2018).

Presiden Joko Widodo (kedua kiri) didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo (kedua kanan), Menteri BUMN Rini Soemarno (kanan) dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kiri) berfoto bersama usai meresmikan pengoperasian tujuh ruas jalan tol Trans Jawa di Jembatan Kalikuto, Kendal, Jawa Tengah, Kamis (20/12/2018).

Foto: Antara/Puspa Perwitasari
Ganjar menyebut banyak masyarakat ingin mencoba khususnya saat natal tahun baru

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Kendati ruas tol Trans Jawa di wilayah Jawa Tengah telah dibuka, baik operasional maupun fungsional, bukan berarti jalur utama tidak berpotensi terhadap potensi kepadatan arus lalu lintas.

Oleh karena itu, jajaran Kepolisian dan Dinas Perhubungan diharapkan tidak lengah serta tetap mengantisipasi sejumlah titik potensi kepadatan arus lalu lintas di jalur utama pada Natal dan Tahun Baru (Nataru) kali ini.

“Dibukanya tol Trans Jawa, kini Merak- Surabaya sudah terhubung jalan tol. Namun bukan berarti kepadatan di jalur utama selesai,” tegas Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo usai memimpin upacara Gelar Pasukan Operasi Lilin Candi 2018 di Lapangan Pancasila, Simpanglima, Kota Semarang, Jumat (21/12).

Menurut gubernur, dengan beroperasinya jalan tol, maka akan menambah kelancaran arus lalu lintas jalur utama sekitar 30 hingga 40 persen. Namun semua aparat yang berwenang tidak boleh lengah. “Sebab masyarakat, biasanya, kalau ada yang baru selalu ingin mencoba, jadi tetap harus waspada, kata Ganjar.

Kemungkinan, lanjutnya, akan banyak masyarakat yang akan menggunakan jalur tol Trans Jawa yang baru saja diresmikan Presiden Joko Widodo, Kamis (20/12) kemarin.

Hal itu sudah terlihat pada hari ini, dimana masyarakat yang ingin mudik ke Jawa Tengah, DIY dan sekitarnya sudah berbondong-bondong memanfaatkan dan menggunakan jalur tol baru tersebut. Bahkan, semalam ada pemudik dari Jakarta yang rela menginap di Pemalang hanya karena penasaran untuk mencoba ruas Pemalang- Batang hingga Semarang yang baru difungsikan pagi ini.

“Hal- hal semacam ini memang tidak bisa dilarang, jadi petugas harus tetap waspada dan siaga dalam memberikan pelayanan,” tandas Ganjar.

Gubernur juga mengingatkan, selain persoalan kemacetan lalulintas, berbagai potensi kerawanan jelang perayaan Natal dan Tahun Baru juga harus diwaspadai. Maraknya kriminalitas jalanan, premanisme, pencurian, terorisme, aksi sweeping juga harus mendapat perhatian serius.

Selain itu lanjut dia, kerawanan di sektor pangan dan bencana juga menjadi fokus pada operasi ini. Untuk itu, Pemprov Jawa Tengah bersama instansi terkait telah menyiapkan tim khusus dan membuka posko di titik- titik kerawanan tersebut.

Semua harus disiapkan dan kami ingin selama libur panjang, mereka yang merayakan Natal dan Tahun Baru di Jawa Tengah dapat melaksanakan dengan senang, aman dan nyaman.

Sedangkan di sektor pangan, Ganjar mengatakan saat ini ada kecenderungan kenaikan harga sejumlah komoditas, seperti cabai dan telur. Sementara untuk harga beras, dirinya memastikan tidak akan terjadi kenaikan signifikan karena sudah diantisipasi sejak jauh-jauh hari.

Pemprov Jawa Tengah telah bekerjasama dengan Bulog dan menggandeng BUMDes, Kades membuat operasi sampai ke tingkat- tingkat desa. Sehingga sekarang masyarakat tidak perlu jauh-jauh ke pasar membeli beras.

“Namun cukup membeli di kampungnya saja sudah bisa dan harganya juga lebih murah dan terjangkau meskipun ada momentum Nataru,” tambahnya.

Gubernur juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak berlebihan dalam merayakan Nataru, misalnya menyalakan petasan karena bisa membahayakan orang lain.

Sementara itu, Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Condro Kirono dalam kesempatan ini menambahkan, jajarannya siap mengamankan perayaan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019.

Selain fokus pengamanan pada tempat- tempat ibadah, jajaran kepolisian juga akan fokus dalam pengamanan sejumlah obyek wisata yang ada di Provinsi Jawa Tengah.

Karena bertepatan dengan libur nasional dan  libur anak sekolah, dimungkinkaan banyak masyarakat yang menghabiskan waktu liburan bersama keluarga di sejumlah obyek wisata.

“Maka di tempat-tempat tujuan wisata dana pusat aktivitas serta keramaian warga  juga akan kami lakukan pengamanan agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan,”ungkapnya.

Polda Jawa Tengah juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak berlebihan dalam merayakan libur Natal dan Tahun Baru nanti. “Terutama saat merayakan malam pergantian tahun saya meminta masyarakat tidak terlarut dalam kesenangan, namun diisi dengan acara doa untuk evaluasi diri,” tandas Condro.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA