Tuesday, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Tuesday, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

BNPB akan Latih Para Ibu Siap Siaga Bencana

Kamis 27 Dec 2018 08:00 WIB

Rep: Kiki Sakinah/ Red: Muhammad Hafil

Sejumlah pengungsi berebut baju sumbangan di Posko Pengungsian di Kalianda, Lampung Selatan, Rabu (26/12).

Sejumlah pengungsi berebut baju sumbangan di Posko Pengungsian di Kalianda, Lampung Selatan, Rabu (26/12).

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Ibu memiliki sifat melindungi yang sangat tinggi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Berbagai langkah dilakukan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mengurangi risiko dan ancaman bencana. Selain upaya dalam memberikan pendidikan kebencanaan (disaster education) dan memasang aplikasi inaRISK, BNPB juga akan mencetuskan langkah baru dalam upaya kesiapsiagaan bencana tahun depan.

Deputi Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BNPB, B Wisnu Widjaja, mengatakan BNPB akan mengajak para ibu untuk ikut terlibat dalam memahami resiko dan menghadapi bencana. BNPB, menurutnya, akan memberikan pelatihan khusus bagi para ibu terkait kebencanaan, yang rencananya akan dilaksanakan pada 26 April 2019 mendatang.

Ia menjelaskan, pelatihan kebencanaan bagi para ibu didasarkan karena sifat ibu untuk melindungi yang tinggi. Faktanya, Wisnu menuturkan, bencana-bencana besar di berbagai daerah menjadikan wanita paling rentan terkena dampak.

Hal itu karena wanita atau seorang ibu selalu terpikir untuk melindungi dan menyelamatkan anaknya. Meskipun, saat itu ia bisa selamat dari peristiwa bencana. Seorang ibu umumnya kembali lagi ke rumah untuk mencari anaknya. Namun, pada akhirnya sang ibu dan anak menjadi korban. Pada peristiwa bencana tsunami Aceh pada 2004, sekitar 60 persen korban adalah wanita.

"Umumnya mereka menjadi korban berada dekat anaknya. Dengan sifat wanita demikian, BNPN ingin meningkatkan kapasitas pemahaman kesiapsiagaan bencana," kata Wisnu kepada Republika.co.id beberapa waktu lalu.

Dalam pelaksanaannya nanti, Wisnu mengatakan BNPB akan bekerja sama dengan para ibu yang akan bergerak melalui Dharma Wanita. Melalui para ibu, ia berharap agar rumah bisa dijadikan sebagai sekolah kesiapsiagaan sejak dini.

"Karena yang dibutuhkan sederhana, bagaimana mengenali, melakukan investasi dan latihan evakuasi. Saat darurat, waktu akan sangat berharga," tambahnya. 

Baca juga: Salah Ancam Pergi Jika Liverpool Datangkan Pemain Israel

Baca juga: Khasiat Surat Al-Ikhlas

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA